Malinau Matangkan Persiapan MTQ Ke-X Kaltara 2026, Expose Bahas Seluruh Aspek Pelaksanaan hingga Efisiensi Anggaran

by Isman Toriko

MALINAU, Metrokaltara.com – Pemerintah Kabupaten Malinau bersama Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) terus mematangkan persiapan sebagai tuan rumah Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Ke-X Tingkat Provinsi Kalimantan Utara Tahun 2026. Komitmen tersebut ditunjukkan melalui pelaksanaan Expose MTQ Ke-X Provinsi Kalimantan Utara yang dipimpin langsung oleh Ketua LPTQ Kabupaten Malinau, Drs. H. Kamran Daik, M.Si, di Ruang Intulun, Kantor Bupati Malinau, Kamis (18/6/2026) pagi.

Kegiatan expose ini dihadiri oleh perwakilan LPTQ Provinsi Kalimantan Utara, serta delegasi LPTQ dari seluruh kabupaten dan kota se-Kalimantan Utara. Pertemuan tersebut menjadi forum strategis untuk memaparkan sekaligus menyamakan persepsi terkait kesiapan Kabupaten Malinau dalam menyelenggarakan ajang syiar Islam terbesar di tingkat provinsi tersebut.

Dalam sambutannya, Kamran Daik yang juga menjabat sebagai Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Malinau menegaskan bahwa berbagai persiapan terus dilakukan secara bertahap dan terukur. Menurutnya, seluruh unsur kepanitiaan telah bekerja sesuai tugas pokok dan fungsi masing-masing guna memastikan pelaksanaan MTQ berjalan sukses.

“Persiapan demi persiapan terus kami lakukan. Kepanitiaan yang terlibat berjumlah lebih dari 200 orang dan seluruhnya bekerja sesuai tugas dan tanggung jawab masing-masing. Kami berupaya semaksimal mungkin agar pelaksanaan MTQ Ke-X Tingkat Provinsi Kalimantan Utara di Kabupaten Malinau dapat berjalan lancar dan sukses,” ujarnya.

Kamran menjelaskan bahwa expose tersebut menjadi momentum penting untuk menyampaikan secara rinci berbagai aspek teknis penyelenggaraan, mulai dari kesiapan venue perlombaan, fasilitas pendukung, akomodasi kafilah, transportasi, hingga rangkaian kegiatan pembukaan dan penutupan.

Selama berlangsungnya expose, peserta mendapatkan pemaparan menyeluruh terkait sarana dan prasarana yang akan digunakan selama MTQ. Setiap lokasi perlombaan dipresentasikan secara detail, termasuk kesiapan fasilitas penunjang yang akan menunjang kenyamanan para peserta, dewan hakim, maupun tamu undangan.

Selain itu, pembahasan juga mencakup mekanisme penyambutan kafilah dari seluruh kabupaten dan kota se-Kalimantan Utara, sistem registrasi peserta, pengaturan lalu lintas kegiatan, hingga kesiapan tempat penginapan yang akan digunakan selama perhelatan berlangsung.

Forum expose tersebut juga menjadi wadah diskusi dan pemberian masukan dari LPTQ provinsi maupun perwakilan daerah lain. Berbagai saran yang muncul diharapkan dapat menjadi bahan penyempurnaan sebelum pelaksanaan MTQ digelar.

Kamran mengakui bahwa penyelenggaraan MTQ tahun ini menghadapi tantangan tersendiri seiring kebijakan efisiensi anggaran yang sedang berlangsung. Namun demikian, kondisi tersebut tidak mengurangi semangat panitia untuk memberikan pelayanan terbaik dan menyukseskan agenda keagamaan tersebut.

“Kami memahami bahwa saat ini semua daerah sedang menghadapi tantangan efisiensi anggaran. Namun hal itu tidak menjadi penghalang untuk tetap menghadirkan penyelenggaraan MTQ yang berkualitas, tertib, dan berkesan bagi seluruh peserta maupun masyarakat,” katanya.

Ia menambahkan, keberhasilan MTQ bukan hanya diukur dari pelaksanaan lomba semata, tetapi juga dari kemampuan daerah tuan rumah dalam memberikan pelayanan, kenyamanan, serta menghadirkan suasana religius yang mampu mempererat ukhuwah Islamiyah antar daerah di Kalimantan Utara.

Di balik pemaparan teknis yang berlangsung serius, tersimpan semangat besar dari Kabupaten Malinau untuk menjadi tuan rumah yang ramah dan berkesan. Sebagai daerah yang dikenal dengan keberagaman budaya dan kuatnya nilai kebersamaan, Malinau ingin menjadikan MTQ Ke-X Kaltara bukan sekadar ajang perlombaan membaca dan memahami Al-Qur’an, melainkan momentum mempererat silaturahmi masyarakat Kalimantan Utara.

Persiapan yang dilakukan tidak hanya menyentuh aspek administratif dan teknis, tetapi juga kesiapan masyarakat dalam menyambut kedatangan para kafilah dari berbagai daerah. Dengan dukungan seluruh elemen pemerintah, panitia, dan masyarakat, Kabupaten Malinau optimistis mampu menghadirkan penyelenggaraan MTQ yang sukses, tertib, dan menjadi kebanggaan bersama bagi Kalimantan Utara.

Melalui expose yang digelar tersebut, diharapkan seluruh pihak memiliki pemahaman yang sama terhadap konsep dan kesiapan pelaksanaan MTQ, sehingga saat hari pelaksanaan tiba, seluruh rangkaian kegiatan mulai dari kedatangan kafilah, perlombaan, pembukaan hingga penutupan dapat berlangsung lancar, aman, dan penuh khidmat. (rko)

Related Articles

Bagaimana Tanggapan Anda?....

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses