Jaga Jati Diri Tidung, Ibrahim Ali Perkuat Kolaborasi Pemerintah dan Lembaga Adat

by Isman Toriko

TANA TIDUNG, Metrokaltara.com — Suasana hangat dan penuh kekeluargaan mewarnai pertemuan Bupati Tana Tidung, Ibrahim Ali, S.P., bersama Lembaga Adat Tidung Kabupaten Tana Tidung, Jumat malam, 7 Agustus 2026.

Pertemuan yang berlangsung di Rumah Jabatan Bupati Tana Tidung tersebut menjadi momentum penting untuk mempererat tali silaturahmi sekaligus membangun komunikasi yang semakin kuat antara Pemerintah Kabupaten Tana Tidung dengan lembaga adat.

Di tengah arus pembangunan dan perubahan zaman, keberadaan lembaga adat dinilai memiliki peran strategis dalam menjaga identitas masyarakat. Adat dan budaya bukan hanya bagian dari sejarah, tetapi juga menjadi nilai yang terus hidup dan diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Dalam pertemuan tersebut, berbagai hal turut dibahas, khususnya berkaitan dengan pelestarian adat, budaya, serta kearifan lokal masyarakat Tidung. Pemerintah daerah menyambut baik peran Lembaga Adat Tidung dalam menjaga nilai-nilai budaya sekaligus memperkuat jati diri masyarakat Tidung.

Bupati Ibrahim Ali menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak semata-mata berbicara mengenai infrastruktur maupun pertumbuhan ekonomi. Lebih dari itu, pembangunan harus berjalan beriringan dengan upaya menjaga nilai sosial, budaya, serta kearifan lokal yang menjadi bagian dari identitas daerah.

Menurutnya, pemerintah daerah, lembaga adat, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen masyarakat harus terus membangun kolaborasi. Sinergi tersebut menjadi modal penting untuk menciptakan Kabupaten Tana Tidung yang maju tanpa kehilangan akar budaya.

“Kebersamaan dan kolaborasi harus terus kita jaga. Pemerintah daerah tentu sangat terbuka untuk bersinergi dengan lembaga adat dalam menjaga adat, budaya dan kearifan lokal masyarakat Tidung,” ujar Ibrahim Ali.

Ia menilai keberadaan lembaga adat memiliki posisi penting dalam kehidupan masyarakat. Selain menjaga tradisi, lembaga adat juga dapat menjadi jembatan komunikasi dalam memperkuat persatuan dan keharmonisan di tengah masyarakat.

Bagi Pemerintah Kabupaten Tana Tidung, pelestarian budaya bukan sekadar menjaga tradisi masa lalu. Namun, menjadi bagian dari investasi sosial untuk memastikan generasi muda tetap mengenal dan memahami identitas daerahnya.

Karena itu, nilai-nilai adat dan budaya diharapkan dapat terus dikenalkan kepada generasi penerus melalui berbagai kegiatan dan kolaborasi yang melibatkan pemerintah, lembaga adat, tokoh masyarakat, hingga kalangan pemuda.

Silaturahmi tersebut pun diharapkan tidak berhenti sebagai pertemuan seremonial. Lebih jauh, menjadi ruang untuk memperkuat komunikasi dan menyatukan langkah dalam menjaga adat, budaya, sekaligus persatuan masyarakat Tana Tidung.

Dengan semangat kebersamaan, Pemerintah Kabupaten Tana Tidung bersama Lembaga Adat Tidung berkomitmen untuk terus menjaga warisan budaya agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman.

Sebab, kemajuan sebuah daerah tidak hanya diukur dari seberapa jauh pembangunan bergerak, tetapi juga dari seberapa kuat masyarakatnya mampu menjaga jati diri dan nilai-nilai budaya yang diwariskan para leluhur. (rko)

Related Articles

Bagaimana Tanggapan Anda?....

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses