TANA TIDUNG, Metrokaltara.com – Suasana Halaman Pasar Trans Kujau, Kecamatan Betayau, Kabupaten Tana Tidung, tampak lebih ramai dari biasanya, Kamis (6/8/2026).
Masyarakat datang untuk memanfaatkan kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar Pemerintah Kabupaten Tana Tidung sebagai bagian dari upaya menjaga keterjangkauan harga kebutuhan pokok sekaligus memperkuat ketahanan pangan masyarakat.
Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Bupati Tana Tidung Sabri bersama istrinya, Martha Sabri, perwakilan Dandim 0914/TNT, perwakilan Polres Tana Tidung, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Sekretaris Daerah, Wakil Ketua TP-PKK, para Asisten, Camat Betayau, sejumlah Kepala OPD, serta masyarakat setempat.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Sabri menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah terlibat dalam pelaksanaan Gerakan Pangan Murah.
“Pertama-tama saya menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak, mulai dari perangkat daerah, pemerintah desa, Bulog, distributor, pelaku usaha, serta seluruh pihak yang telah berkolaborasi menyelenggarakan gerakan pangan murah ini,” ujar Sabri.
Menurutnya, GPM tidak boleh dipandang hanya sebagai kegiatan pasar murah. Lebih jauh, kegiatan tersebut merupakan bagian dari strategi pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok di tengah dinamika ekonomi masyarakat.
Sabri menegaskan, Gerakan Pangan Murah menjadi salah satu langkah konkret Pemerintah Kabupaten Tana Tidung untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok, memperkuat daya beli masyarakat, memastikan ketersediaan pangan, sekaligus mendukung pengendalian inflasi daerah.
“Gerakan Pangan Murah merupakan salah satu strategi nyata Pemerintah Kabupaten Tana Tidung dalam menjaga stabilitas harga bahan pokok, memperkuat daya beli masyarakat, memastikan ketersediaan pangan, dan sekaligus menjadi bagian dari upaya pengendalian inflasi daerah,” jelasnya.
Ia berharap masyarakat dapat memanfaatkan momentum tersebut dengan sebaik-baiknya, terutama untuk memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.
Pemerintah Kabupaten Tana Tidung, lanjut Sabri, juga terus mendorong masyarakat untuk bersama-sama mendukung berbagai program pemerintah, khususnya di bidang pertanian, ketahanan pangan, pengendalian inflasi, serta percepatan penurunan angka stunting.
Di balik keramaian GPM di Pasar Trans Kujau, terdapat pesan yang lebih besar. Ketika harga pangan tetap terjangkau, masyarakat memiliki ruang yang lebih luas untuk memenuhi kebutuhan keluarga.
Karena itu, pemerintah daerah memandang stabilitas pangan bukan hanya persoalan ekonomi, tetapi juga berkaitan langsung dengan kesejahteraan keluarga dan kualitas generasi penerus.
Sabri berharap kolaborasi antara pemerintah daerah, pemerintah desa, Bulog, distributor, pelaku usaha, dan masyarakat dapat terus diperkuat.
“Semoga sinergi yang telah terbangun selama ini semakin kuat sehingga Kabupaten Tana Tidung mampu menjadi daerah yang semakin maju, masyarakatnya semakin sejahtera, inflasinya tetap terkendali, ketahanan pangannya semakin kuat, dan generasi penerus tumbuh sehat, cerdas serta bebas dari stunting,” harapnya.
Usai memberikan sambutan, Wakil Bupati Sabri didampingi para tamu undangan secara simbolis menyerahkan bahan pangan kepada masyarakat setempat.
Penyerahan tersebut menjadi penanda dimulainya pemanfaatan Gerakan Pangan Murah oleh masyarakat Kecamatan Betayau.
Kegiatan ini sekaligus memperlihatkan bahwa upaya menjaga ketahanan pangan dan stabilitas harga membutuhkan kerja bersama. Pemerintah hadir melalui kebijakan, sementara masyarakat menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan ketahanan pangan di daerah. (rko)

