TANA TIDUNG, Metrokaltara.com – Komitmen Pemerintah Kabupaten Tana Tidung dalam meningkatkan kualitas pendidikan kembali ditegaskan. Melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud), pemda resmi membuka kegiatan Sosialisasi dan Pendampingan Akreditasi Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Pendidikan Kesetaraan Tahun 2026 di Tideng Pale, Selasa (7/4/2026).
Langkah ini bukan sekadar agenda rutin, melainkan bagian dari strategi besar mendorong peningkatan mutu pendidikan di Bumi Upun Taka agar mampu bersaing dan memenuhi standar nasional.
Dalam sambutan Kepala Disdikbud yang dibacakan Sekretaris, Irdiansyah, S.Sos., M.M., ditegaskan bahwa akreditasi tidak boleh lagi dipandang sebagai beban administratif semata. Lebih dari itu, akreditasi merupakan cermin kualitas layanan pendidikan yang diberikan kepada generasi masa depan daerah.
“Akreditasi adalah ukuran nyata dari keberhasilan investasi pendidikan yang telah dilakukan pemerintah daerah. Ini menyangkut kualitas layanan, bukan sekadar dokumen,” tegasnya.
Mengacu pada Permendikbudristek Nomor 32 Tahun 2022, standar minimal akreditasi PAUD ditargetkan berada pada peringkat B. Karena itu, Disdikbud Tana Tidung mendorong adanya lonjakan kualitas di seluruh satuan pendidikan.
Satuan pendidikan yang saat ini masih berakreditasi C didorong untuk naik ke B, sementara yang telah berada di level B ditargetkan mampu menembus akreditasi A.
“Nilai akreditasi ini adalah cerminan mutu pendidikan daerah kita. Ini juga menjadi tolok ukur kesiapan kita dalam mencetak generasi unggul,” lanjutnya.
Untuk mencapai target tersebut, Pemkab Tana Tidung tidak tinggal diam. Sejumlah program penguatan telah digulirkan secara bertahap dan berkelanjutan.
Di sektor peningkatan kapasitas sumber daya manusia, pemerintah memberikan beasiswa S1 kepada 92 guru PAUD, serta membuka akses beasiswa penuh jenjang S2 ke . Upaya ini diyakini mampu meningkatkan kualitas tenaga pendidik secara signifikan.
Di sisi kesejahteraan, insentif bagi guru PAUD tetap menjadi perhatian utama, meskipun pemerintah daerah tengah menghadapi keterbatasan anggaran. Kebijakan ini diambil untuk menjaga motivasi dan dedikasi para tenaga pendidik di lapangan.
Sementara itu, transformasi digital juga mulai diterapkan. Melalui program “Satu PAUD Dua Laptop dan Satu Komputer”, pemerintah mendistribusikan perangkat teknologi serta alat peraga edukatif (APE) guna menunjang proses pembelajaran yang lebih modern dan interaktif.
Tak hanya itu, inovasi sistem berbasis digital juga diperkenalkan melalui aplikasi BUSAK PAUD. Aplikasi ini memudahkan satuan pendidikan dalam menyusun dan melaporkan dokumen pembelajaran secara berkala, sekaligus menjadi pendukung utama dalam proses visitasi akreditasi.
Sebagai bentuk keseriusan dalam menjaga mutu, Pemkab Tana Tidung juga menerapkan skema Bantuan Operasional Penyelenggaraan (BOP) Daerah berbasis nilai akreditasi. Satuan pendidikan dengan akreditasi A mendapatkan Rp1.200.000 per murid, akreditasi B Rp1.100.000, dan akreditasi C Rp1.000.000.
Kebijakan ini dinilai sebagai stimulus nyata agar lembaga pendidikan berlomba-lomba meningkatkan kualitasnya.
Kegiatan sosialisasi ini turut menghadirkan Ketua BAN PDM Provinsi Kalimantan Utara bersama tim, yang secara langsung membedah indikator penilaian akreditasi serta memberikan pendampingan teknis kepada para kepala satuan pendidikan dan guru.
Melalui forum ini, para peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga diarahkan untuk mampu menyiapkan bukti fisik program secara optimal saat proses visitasi berlangsung.
Dengan langkah terstruktur dan dukungan kebijakan yang kuat, Disdikbud Tana Tidung optimistis kualitas PAUD di daerah ini akan terus meningkat. Harapannya, generasi emas dari Bumi Upun Taka dapat tumbuh dengan fondasi pendidikan yang berkualitas, merata, dan berdaya saing. (rko)


