MALINAU, Metrokaltara.com – Semangat kemerdekaan terasa begitu kental di Lapangan Bola Desa Putat, Kecamatan Malinau Utara, Rabu (19/8/2026) sore. Lapangan tersebut menjadi saksi berakhirnya Turnamen Mini Soccer “Harmoni Kemilau” Kecamatan Malinau Utara Tahun 2026, yang digelar dalam rangka memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Penutupan turnamen dilakukan langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Malinau yang juga Ketua Umum KONI Kabupaten Malinau, Dr. Ernes Silvanus, S.Pi., M.M., M.H.
Di hadapan para pemain, panitia, pemerintah desa, karang taruna, serta masyarakat yang hadir, Ernes menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya turnamen tersebut. Menurutnya, keberhasilan kegiatan bukan hanya ditentukan oleh pertandingan di lapangan, tetapi juga oleh dukungan dan kebersamaan seluruh elemen masyarakat.
“Atas nama pemerintah daerah dan KONI, kami memberikan apresiasi kepada adik-adik yang hari ini bertanding dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Mudah-mudahan kegiatan seperti ini dapat terus digalakkan ke depan,” ujar Ernes.
Bagi Ernes, turnamen mini soccer memiliki nilai lebih dari sekadar perebutan gelar juara. Olahraga menjadi ruang perjumpaan masyarakat, tempat anak-anak muda mengasah kemampuan sekaligus membangun sportivitas dan mempererat hubungan antardesa.
Ia bahkan mendorong agar kegiatan serupa dapat dikembangkan lebih jauh dan menjadi bagian dari agenda olahraga dalam rangkaian Festival Budaya Irau mendatang.
“Mini soccer ini sangat dekat dengan masyarakat. Tingginya partisipasi menunjukkan bahwa olahraga memiliki potensi besar untuk dikembangkan. Ke depan, mudah-mudahan bisa menjadi salah satu agenda olahraga yang kita rangkai dalam Festival Budaya Irau,” harapnya.
Riuh dukungan masyarakat selama turnamen menjadi gambaran bahwa olahraga mampu menyatukan berbagai kalangan. Anak-anak muda dari sejumlah desa tidak hanya datang untuk mengejar kemenangan, tetapi juga membawa semangat persahabatan dan kebersamaan.
Menurut Ernes, atmosfer seperti inilah yang perlu terus dipelihara. Kompetisi boleh menghadirkan persaingan, tetapi sportivitas harus tetap menjadi pijakan utama.
Ia berharap turnamen tersebut dapat menjadi wadah pembinaan bibit-bibit atlet sepak bola di Malinau Utara. Para pemain yang tampil dinilai memiliki kesempatan untuk terus berkembang apabila mendapatkan pembinaan dan kompetisi yang berkesinambungan.
“Yang paling penting adalah bagaimana anak-anak kita mendapatkan ruang untuk berolahraga, berkompetisi dan mengembangkan kemampuan. Dari kegiatan seperti inilah kita berharap lahir atlet-atlet yang nantinya bisa membawa nama Malinau,” tuturnya.
Pada kesempatan tersebut, Ernes juga menyampaikan ucapan selamat kepada tim Putra Putri dari Desa Kaliamok yang berhasil keluar sebagai juara turnamen.
Ia meminta prestasi tersebut tidak berhenti pada seremoni kemenangan, melainkan menjadi pemacu untuk terus meningkatkan kemampuan.
“Selamat kepada tim Putra Putri Desa Kaliamok yang berhasil menjadi juara. Jadikan prestasi ini sebagai motivasi untuk terus meningkatkan kemampuan dan meraih prestasi yang lebih tinggi,” pesannya.
Sementara bagi tim yang belum berhasil menjadi juara, Ernes meminta agar tidak berkecil hati. Kekalahan dalam sebuah pertandingan, menurutnya, bukan akhir dari perjalanan, melainkan bagian dari proses untuk menjadi lebih baik.
“Bagi yang belum berhasil, jangan berkecil hati. Masih banyak kesempatan ke depan. Terus berlatih, tingkatkan kemampuan dan kembali berkompetisi dengan semangat yang lebih kuat,” katanya.
Penutupan Turnamen Mini Soccer “Harmoni Kemilau” akhirnya bukan sekadar penanda berakhirnya sebuah kompetisi. Dari Desa Putat, semangat olahraga dan kemerdekaan kembali ditegaskan: bahwa lapangan bukan hanya tempat mengejar kemenangan, tetapi juga ruang untuk menumbuhkan persaudaraan, sportivitas dan harapan lahirnya generasi muda Malinau yang berprestasi. (rko)

