TANA TIDUNG, Metrokaltara.com — Keluhan terhadap layanan kelistrikan kembali disuarakan warga Tideng Pale, Kabupaten Tana Tidung. Pemadaman listrik yang terjadi secara tiba-tiba saat hujan membuat masyarakat kesal, terlebih pemadaman disebut kerap terjadi setiap kali turun hujan.
Keluhan tersebut kembali mencuat pada Jumat (18/9/2026) malam. Sejumlah warga mengaku aktivitas mereka terganggu karena listrik padam tanpa pemberitahuan, meskipun kondisi hujan dinilai tidak terlalu deras dan sambaran petir juga tidak terlalu intens.
Bagi masyarakat, listrik menjadi kebutuhan utama untuk berbagai aktivitas rumah tangga, mulai dari memasak, penerangan, mengisi daya perangkat elektronik hingga menjalankan usaha.
Sahiba, salah seorang warga Tideng Pale, mengaku kesal lantaran listrik tiba-tiba padam ketika dirinya sedang memasak.
“Gimana saya tidak marah, asik-asik masak tiba-tiba saja listrik padam. Memang sedang hujan, tapi hujan dan petir pun tidak terlalu. Kenapa listrik padam?” keluh Sahiba kepada Metro Kaltara, Jumat (18/9/2026) malam.
Menurutnya, kondisi tersebut bukan kali pertama terjadi. Ia menyebut pemadaman listrik saat hujan sudah menjadi persoalan yang berulang dan cukup mengganggu aktivitas masyarakat.
“Bukan ini saja. Setiap hujan pasti listrik padam. Kami tentu berharap ada penjelasan dari PLN, sebenarnya apa yang menyebabkan listrik sering padam ketika hujan,” ujarnya.
Keluhan serupa juga disampaikan warga lainnya. Rina, warga Tideng Pale, mengatakan pemadaman mendadak membuat masyarakat harus menghentikan aktivitas yang sedang dilakukan.
“Kalau memang ada gangguan atau kondisi yang membahayakan jaringan, kami bisa memahami. Tetapi kalau hujan biasa lalu listrik langsung mati, tentu masyarakat bertanya-tanya. Apalagi tidak ada pemberitahuan sebelumnya,” katanya.
Menurut Rina, pemadaman pada malam hari juga cukup menyulitkan warga karena aktivitas rumah tangga masih berlangsung. Kondisi tersebut semakin terasa bagi keluarga yang memiliki anak kecil atau warga yang membutuhkan penerangan untuk beraktivitas.
Sementara itu, Andi, warga lainnya, mengaku persoalan bukan hanya soal listrik mati, tetapi juga ketidakpastian kapan listrik kembali menyala.
“Yang bikin kesal itu mati tiba-tiba. Kita tidak sempat persiapan. Kalau ada informasi, masyarakat setidaknya bisa mengantisipasi. Ini tiba-tiba gelap,” ujarnya.
Ia berharap PLN memberikan informasi yang jelas kepada pelanggan apabila terjadi gangguan jaringan, termasuk penyebab pemadaman dan estimasi waktu penormalan listrik.
Warga Minta PLN Evaluasi Jaringan
Warga berharap persoalan pemadaman yang berulang ketika hujan tidak hanya ditangani secara insidental, tetapi menjadi bahan evaluasi terhadap kondisi jaringan kelistrikan di wilayah Tana Tidung.
Masyarakat memahami bahwa faktor cuaca dapat memengaruhi sistem kelistrikan. Namun, warga mempertanyakan apakah setiap hujan harus selalu diikuti dengan pemadaman, terutama ketika intensitas hujan maupun petir tidak terlalu tinggi.
“Kalau memang untuk keselamatan dan perlindungan jaringan, tentu kami mengerti. Tetapi kalau setiap hujan listrik padam, berarti harus ada evaluasi. Apakah jaringannya, peralatannya atau ada faktor lain,” kata warga.
Keluhan tersebut sekaligus menjadi harapan agar pelayanan kelistrikan di Tana Tidung semakin stabil. Sebab, kebutuhan listrik masyarakat saat ini tidak hanya berkaitan dengan penerangan rumah, tetapi juga menopang aktivitas ekonomi, pendidikan, komunikasi dan kebutuhan rumah tangga.
Warga juga meminta agar setiap gangguan dapat diinformasikan secara terbuka sehingga masyarakat tidak hanya menjadi pelanggan yang menerima dampak pemadaman tanpa mengetahui penyebabnya.
Metrokaltara.com masih berupaya memperoleh keterangan dari pihak PLN terkait penyebab pemadaman listrik di wilayah Tideng Pale pada Jumat malam tersebut, termasuk apakah pemadaman berkaitan dengan gangguan jaringan akibat kondisi cuaca atau faktor teknis lainnya.
Keterangan resmi PLN penting untuk menjawab keresahan warga sekaligus memberikan kepastian mengenai langkah evaluasi agar pemadaman serupa tidak terus berulang setiap kali hujan turun. (rko)

