Warga Titip Harapan ke Herman, Drainase, Semenisasi Jalan dan Beasiswa Jadi Prioritas

by Isman Toriko

TANA TIDUNG, Metrokaltara.com – Suasana sederhana di RT 6 Desa Tideng Pale berubah hangat ketika warga mulai berdatangan menghadiri reses Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Utara dari Fraksi PKB, , dalam Masa Sidang III Tahun 2026.

Tak sekadar agenda formal legislatif, pertemuan itu menjadi ruang curhat masyarakat yang selama ini masih bergulat dengan persoalan dasar kehidupan. Mulai dari jalan lingkungan yang rusak, drainase yang belum memadai, bantuan untuk nelayan dan petani, hingga harapan orang tua agar anak-anak mereka bisa melanjutkan pendidikan melalui program beasiswa.

Dalam reses yang juga dilaksanakan di lima titik wilayah Kabupaten Tana Tidung, Tanjung Selor dan Tanjung Palas tersebut, Herman memilih mendengar langsung suara masyarakat tanpa sekat. Satu per satu warga menyampaikan keluhan dengan nada penuh harapan.

“Kalau hujan air tergenang sampai masuk halaman rumah karena drainase belum bagus. Jalan juga masih banyak yang perlu disemenisasi,” ungkap salah seorang warga RT 6 saat menyampaikan aspirasi.

Tak hanya infrastruktur lingkungan, sektor ekonomi masyarakat bawah juga menjadi perhatian utama. Warga meminta adanya bantuan alat dan sarana bagi kelompok nelayan maupun petani yang dinilai masih kesulitan meningkatkan hasil produksi.

Sebagian warga yang menggantungkan hidup dari hasil sungai mengaku biaya operasional semakin tinggi, sementara hasil tangkapan tidak selalu stabil. Di sisi lain, petani juga berharap adanya perhatian berupa bantuan bibit, pupuk hingga alat pertanian agar produktivitas mereka meningkat.

Menanggapi berbagai usulan tersebut, Herman menegaskan bahwa seluruh aspirasi masyarakat akan menjadi catatan prioritas untuk diperjuangkan melalui jalur legislatif di tingkat provinsi.

Menurutnya, reses bukan hanya kewajiban anggota dewan, tetapi momentum penting untuk mengetahui langsung kebutuhan riil masyarakat di lapangan.

“Semua aspirasi yang disampaikan masyarakat hari ini akan kami kawal dan perjuangkan sesuai kewenangan di DPRD Provinsi. Mulai dari sektor pertanian, nelayan, infrastruktur lingkungan hingga pendidikan,” ujar Herman.

Di tengah pertemuan itu, suara para ibu rumah tangga juga terdengar cukup dominan. Mereka berharap pemerintah lebih serius membantu pelaku UMKM kecil yang saat ini masih bertahan dengan modal terbatas.

Beberapa warga mengaku memiliki usaha rumahan seperti jualan makanan, kerajinan hingga usaha kecil lainnya, namun kesulitan berkembang karena minim permodalan.

“Kalau ada bantuan modal atau pelatihan usaha tentu sangat membantu kami,” kata seorang pelaku UMKM dalam forum tersebut.

Selain itu, aspirasi terkait beasiswa pendidikan menjadi salah satu yang paling banyak disampaikan masyarakat. Banyak orang tua berharap anak-anak mereka yang sedang kuliah bisa mendapatkan perhatian pemerintah agar tidak putus pendidikan akibat keterbatasan ekonomi.

Di sela kegiatan, Herman juga tampak berdialog santai dengan warga, mendengarkan cerita kehidupan sehari-hari masyarakat pesisir dan pedesaan yang masih berjuang di tengah keterbatasan fasilitas.

Bagi sebagian warga, kehadiran wakil rakyat yang datang langsung mendengar keluhan dianggap menjadi harapan agar suara mereka tidak hanya berhenti di tingkat desa.

Reses itu pun ditutup dengan harapan besar masyarakat agar seluruh usulan yang telah disampaikan tidak sekadar menjadi catatan di atas kertas, tetapi benar-benar diwujudkan dalam bentuk program nyata yang bisa dirasakan langsung oleh masyarakat kecil. (rko)

Related Articles

Bagaimana Tanggapan Anda?....

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses