Agar Lansia Tetap Berdaya, Pemkot Tarakan Dukung Program Sekolah Lansia Yayasan Al Marhamah

by Suiman Namrullah

TARAKAN — Wakil Wali Kota Tarakan, Ibnu Saud Is, menegaskan bahwa kehadiran negara harus dirasakan oleh seluruh warga tanpa terkecuali, termasuk para lanjut usia (lansia). Menurutnya, meningkatnya pertumbuhan ekonomi berdampak pada kenaikan angka harapan hidup, yang berarti jumlah lansia di masa mendatang akan terus bertambah.

“Ketika angka harapan hidup meningkat, maka populasi lansia juga semakin besar. Karena itu, perlu ada upaya serius untuk memastikan mereka tetap memiliki fungsi sosial dan tidak terpinggirkan,” ujar Ibnu Saud, saat ditemui usai kegiatan, Kamis (12/2/26).

Ia menjelaskan, keberadaan panti jompo maupun sekolah lansia merupakan bagian dari strategi pemberdayaan lansia. Namun yang terpenting, kata dia, adalah membangun kembali kerekatan sosial agar lansia tetap merasa dihargai dan dibutuhkan.

Menurut Ibnu Saud, perhatian dan kasih sayang keluarga terhadap orang tua terkadang justru tanpa disadari membatasi ruang gerak lansia. Padahal, melalui sekolah lansia, mereka dapat memiliki aktivitas, ruang berekspresi, serta kesempatan melakukan berbagai kegiatan yang mungkin sebelumnya tidak pernah mereka jalani.

“Di sekolah lansia, mereka bisa menggambar, membersihkan lingkungan, dan melakukan banyak aktivitas lain dengan penuh keceriaan. Ini bukan sekadar kegiatan rutin, tetapi bagian dari proses menghidupkan kembali peran sosial lansia,” katanya.

Ia menekankan bahwa meskipun secara fisik lansia mengalami penurunan fungsi, kondisi tersebut tidak boleh diikuti dengan gangguan mental atau perasaan terasing yang berpotensi menimbulkan masalah kesehatan jiwa. Menurutnya, keterlibatan sosial merupakan salah satu kunci menjaga kesehatan mental lansia.

Ibnu Saud berharap, melalui program sekolah lansia, warga yang telah memasuki usia lanjut tetap dapat produktif dan berkontribusi bagi pembangunan daerah. Ia mencontohkan, di berbagai negara banyak tokoh berusia lanjut yang tetap aktif dan berpengaruh di masyarakat.

“Semangat itulah yang ingin kita hadirkan di Kota Tarakan. Lansia tetap bisa efektif, berdaya, dan mengisi ruang-ruang pembangunan sesuai dengan kapasitasnya,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Ibnu Saud juga menyampaikan apresiasi kepada Yayasan Al-Marhamah bersama Abrar dan AYS yang telah menggagas program sekolah lansia. Ia mendorong adanya kolaborasi berkelanjutan dengan berbagai elemen masyarakat, termasuk komunitas pemberdayaan perempuan seperti Asman Parigi.

Pemerintah Kota Tarakan, lanjutnya, siap mengambil peran sesuai kebutuhan, baik sebagai pendukung, pendorong, maupun pelaksana utama program. Ia menilai, peran pemerintah sebagai regulator dapat dijalankan melalui prinsip kepemimpinan yang adaptif.

“Pemerintah harus mampu berada di depan untuk memberi teladan, di tengah untuk membangun semangat bersama, dan di belakang untuk memberikan dorongan,” katanya.

Ibnu Saud menambahkan, kepedulian terhadap lansia merupakan bentuk investasi sosial jangka panjang. Menurutnya, setiap orang yang diberi umur panjang pada akhirnya akan memasuki fase lansia.

“Tingkat kepedulian kita hari ini akan menentukan bagaimana negara dan masyarakat memperlakukan kita di masa mendatang,” pungkasnya.

Related Articles

Bagaimana Tanggapan Anda?....

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses