Awas!!! Obat Ilegal Beredar di Pontianak

by Setiadi

Kalbar, MK – Lagi-lagi sebuah rumah digerebak oleh Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Kalbar di Jl Parit Demang, Komplek Kurnia, Kelurahan Parit Tokaya, Pontianak Selatan, Selasa (1/3), sekitar pukul 20.30 WIB. Rumah tersebut diduga menjadi tempat penampungan dan peredaran barang-barangĀ asal luar negeri dan diduga tidak memiliki izin edar atau ilegal.

Dir ReskrimumĀ Polda Kalbar Kombes Pol Agus Nugroho melalui Kasubdit I Ditreskrimsus, Kompol Wedy MahadiĀ mengatakan pihaknya berhasil mengamankan satu tersangka berinisial Ds (27). Ia diduga merupakan pelaku atau distributor kosmetik danĀ obat-obatanĀ ilegalĀ dari Malaysia, Cina dan Thailand.

“Penyitaan dilakukan terhadap barang buktiĀ 81 item atau jenis barang, di antaranya kosmetik ,Ā obat-obatan,Ā lotion, masker wajah, penghilang bekas luka dan krim pemutih wajah. Ada jugaĀ krim pembesar payudara, silikon pembesar payudara, krim pembesar pantat,Ā obatĀ kuat khusus wanita,Ā obatĀ kuat pria dan pembesar keperkasaan pria, sabun pemutih kulit, shampo,Ā obatĀ diet, lipstik, lipsgloss, dan lainnya dengan jumlah total keseluruhan sebanyak 45 dus besar berisi 4559 kotak besar dan 4534 kotak kecil. Ada satu truk kita bawa,” ujar Wedy saat ditemui di Mapolda, Rabu (2/3) malam.

Ia menjelaskan pelaku melakukan bisnis ini kurang lebih satu tahun. Modusnya, memasukkan barang dari luar, baik melalui Batam, Banten maupun Entikong menggunakan jasa bus dan kargo. Dari darat melalui kargo, sementara kalau yang dari Banten melalui kargo pesawat. Secara keseluruhan nilainya mencapai Rp 1,1 Miliar. Barang-barang itu diketahui tidak memiliki izin edar baik dari SNI maupun Balai POM.

“Ini membahayakan kesehatan terhadap efek jangka panjang. Sebab tak lolos uji laboratorium, oleh karena itu tidak diketahui dampak apa yang bisa ditimbulkan jika digunakan,” bebernya.

Dalam memasarkan barangnya, Ds memiliki kurir untuk mengantar langsung pesanan. Khususnya untuk wilayah Pontianak dan sekitarnya.Ā Per item pelaku mengambil keuntungan Rp 5ribu sampai Rp 15ribu. Pihak kepolisian masih terus melakukan pengembangan lebih lanjut bagaimana modus barang ini bisa masuk dan apakah ada distributor lain. Wedy berharapĀ masyarakat berpartisipasi untuk berikan informasi apabila ada peredaran barang yang dimaksud.

“Ini penjualannya tertutup berdasarkan pesanan. Hanya kalangan tertentu yang bisa membeli.Ā Tak menutup kemungkinan ini juga didistribusikan sampai ke daerah lain. Informasinya sampai ke Putusibau,” tuturnya.

Atas perbuatannya, tersangka melanggar pasal 197 junto pasal 106 ayat (1) UU no 36 tahun 2009 tentang kesehatan dan pasal 62 junto pasal 8 UU no 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen dengan ancaman pidana maksimal 15 tahun. Saat ini masih dilakukan pengecekan kembali terhadap barang bukti yang disita serta pemeriksaan terhadap tersangka berikut saksi-saksi lainnya. (Lyn/sti)

 

 

Related Articles

Bagaimana Tanggapan Anda?....

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: