Bea Cukai Nunukan Amankan Dua Kotak Peluru Asal Malaysia

by Metro Kaltara

Amunisi

Nunukan-Metrokaltara.com: Petugas Bea dan Cukai Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, berhasil mengamankan 2 orang tersangka yang membawa 2 kotak amunisi jenis  penabur buat shotgun siap pakai, barang larangan tersebut sebelumnya dibawah dari Tawau Malaysia  yang selanjutnya akan dikirim dengan tujuan akhir Makassar, Sulawesi Selatan.

Seorang ibu rumah tangga bersama suaminya asal Bulukumba, Sulawesi Selatan  yang baru tiba dari Tawau Malaysia (selasa, 14/10) dengan menggunakan kapal resmi Labuan Express Lima  langsung diamankan petugas Pelabuhan Bea dan Cukai setelah didapati membawa barang larangan berupa amunisi jenis shotgun.

Sebelumnya barang bawaan Kasmawati dan suaminya Syafaruddin yang berupa tas gendong dimasukkan kedalam mesin exray,  dalam scan komputer dideteksi kalau tas tersebut berisi benda logam, mendapatkan hal tersebut petugas pelabuhan langsung memeriksa tas tersebut dengan cara memongkar isi tas secara keseluruhan.

“ini peasanan orang dari Sulawesi untuk dibawakan brang ini, ini bukan saya yang mau pakai tapi pesanan orang”. Ungkap Syafarussin.

Setelah tas tersebut diperiksa ternyata benar ditemukan barang larangan yang terbungkus rapi menggunakan karet hitam yang berisi jenis amunisi 2 kotak dan 1 buah batrai ultra fine dengan total amunisi 23 butir.

Diantaranya 13 butir amunisi warna merah dan 9 butir amunisi warna putih masing-masing jenis barang 10 butir amunisi postas kaliber 12-70 buck shot / dan 13 butir amunisi b&p f2 big game kaliber 12.

Mendapati benda tersebut Kasmawati bersama suaminya Syarifuddin yang berprofesi sebagai Tenaga Kerja Indonesia yang bekerja di Malaysia sebagai perintis kelapa sawit  langsung digelandang pihak Bea dan Cukai ke Polsek Tunontaka untuk  mempertanggung jawabkan perbuatannya.

Kapolsek Tunontaka Nunukan, Iptu  Indramawan mengatakan dirinya akan masih terus mandalami tujuan pelaku membawa amunisi  kronologis membawa barangnya seperti apa dan digunakan untuk apa barang tersebut.

“Sekarang kita masi terus mendalami kasus ini, akan kita periksa secara intensif, tunggu saja hasilnya”. Terang Indra.

Reporter: Muhammad Syawal

Redakstur: Muhammad Reza R.

Related Articles

Bagaimana Tanggapan Anda?....

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.