TANA TIDUNG, Metrokaltara.com – Rabu (1/10/2025) pagi, kawasan pembangunan Pusat Pemerintahan (Puspem) Tana Tidung terlihat ramai. Suara mesin alat berat berpadu dengan deru truk pengangkut material.
Di antara hiruk pikuk itu, Bupati Tana Tidung Ibrahim Ali bersama Wakil Bupati Sabri meninjau langsung progres pembangunan yang kini sudah memasuki tahap krusial.
“Hari ini kita meninjau pekerjaan yang sudah berkontrak, mulai dari jalan lingkar, lanskap Jalan Hatta, hingga peningkatan jalan agregat dan jalan kawasan. Termasuk juga Gedung A, Gedung B, dan Gedung Utama. Kita juga sudah cek langsung Gedung DPRD Tana Tidung,” kata Bupati Ibrahim kepada media Metrokaltara.com saat ditemui di lokasi.
Bupati menegaskan, dirinya bersama Wabup menargetkan pada Agustus 2026 sudah berkantor di kawasan Puspem. Artinya, tahun depan menjadi momentum percepatan agar semua pekerjaan bisa selesai tepat waktu.
“Target saya bersama Pak Wabup, bulan Agustus 2026 kita sudah berkantor di sini. Makanya, pekerjaan harus dikebut. Kontrak mereka berakhir Desember, jadi semua harus selesai sesuai waktu. Bahkan kontraktor sudah komitmen untuk lembur siang malam,” tegasnya.
Progres dan Tantangan
Hingga awal Oktober ini, progres pekerjaan bervariasi, ada yang sudah mencapai 50 persen, namun ada pula yang masih berada di kisaran 30 persen. Dari hasil tinjauan, Bupati menemukan adanya pekerjaan yang berjalan agak lambat. Ia langsung memberikan evaluasi agar kontraktor menambah alat berat maupun tenaga kerja untuk mengejar deviasi keterlambatan.
“Cuaca saat ini memang sulit diprediksi. Tapi bagaimanapun, pekerjaan harus tetap berjalan. Solusinya ya bekerja lembur, menambah pekerja, agar target bisa tercapai,” ujarnya.
Kawasan Terpadu Pemerintahan
Jika sesuai rencana, kawasan Puspem tidak hanya akan menjadi kantor Bupati dan Wakil Bupati. Sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD), DPRD, Sekretariat Daerah, bahkan kantor cabang Bank BPD juga akan berkantor di sana. Dengan konsep kawasan terpadu, Puspem diharapkan menjadi pusat layanan pemerintahan yang lebih efektif sekaligus representatif.
Bupati Ibrahim mengaku puas dengan perkembangan sejauh ini. Apalagi, pembangunan ini ia kawal sejak proses paling awal, yakni pembebasan lahan yang dulunya merupakan hutan produksi milik PT Adindo.
“Dari lahan yang dulu milik perusahaan, kini sudah menjadi aset daerah. Dan sekarang kita lihat hasil karya bersama ini. Bukan hanya hasil pemerintah, tapi juga masyarakat Tana Tidung,” tutur Bupati.
Auditorium Pendidikan Haji Undunsyah
Selain Puspem, Pemkab Tana Tidung juga tengah menyiapkan pembangunan Auditorium Pendidikan. Bangunan representatif ini nantinya akan diberi nama Auditorium Haji Undunsyah, untuk menghormati mendiang Bupati Tana Tidung pertama sekaligus tokoh presidium pembentukan daerah.
“Ini bentuk penghargaan kita kepada beliau. Nama beliau akan kita abadikan di auditorium pendidikan, agar generasi muda selalu mengingat jasa para pendahulu,” tambah Bupati.
Efisiensi Anggaran, Prioritas Tetap Jalan
Meski tahun ini Pemkab melakukan efisiensi anggaran, Bupati memastikan program prioritas sesuai visi dan misi tetap berjalan. Ia bahkan sudah memerintahkan Sekda untuk memetakan dan merampingkan program, tanpa mengurangi kualitas pelayanan dasar seperti pendidikan dan kesehatan.
“Efisiensi itu perlu, tapi jangan sampai mengorbankan mutu pelayanan masyarakat. Itu prinsip kami,” tegasnya.
Optimisme Menyongsong 2026
Peninjauan Bupati Ibrahim Ali bersama Wabup Sabri hari itu menambah optimisme bahwa Tana Tidung akan segera memiliki pusat pemerintahan yang lebih modern dan terintegrasi. Dengan progres yang terus dipantau langsung, pemerintah berharap Agustus 2026 menjadi babak baru pelayanan publik di Bumi Upun Taka. (rko)




