TARAKAN – Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (Kokam) Markas Wilayah Benuanta Kalimantan Utara (Kaltara) akan menggelar Pendidikan dan Latihan Dasar (Diklatsar) Kokam yang dirangkaikan dengan Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) Pemuda Muhammadiyah Kaltara pada akhir Juli hingga awal Agustus 2026.
Komandan Wilayah Kokam Kalimantan Utara, Juanda, saat dikonfirmasi pada Rabu (22/7/26), mengatakan Diklatsar tahun ini merupakan pelaksanaan kedua di tingkat wilayah. Sebelumnya, kegiatan serupa telah dilaksanakan pada tahun sebelumnya.
“Alhamdulillah tahun ini kita melaksanakan Diklatsar di tingkat wilayah, sehingga masing-masing Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah dan Komandan Kokam daerah mengirimkan perwakilan peserta dari daerahnya,” ujar Juanda, Rabu (22/7/26).
Ia menjelaskan, panitia menargetkan sebanyak 100 peserta mengikuti Diklatsar tersebut hingga jumlah pendaftar telah mendekati target.
Menurutnya, peserta yang telah mendaftar berasal dari berbagai kabupaten dan kota di Kalimantan Utara. Dari Kota Tarakan tercatat sekitar 40 peserta, Kabupaten Bulungan sekitar 18 peserta, Kabupaten Nunukan sekitar 10 peserta, serta Kabupaten Malinau sekitar 10 peserta. Sementara itu, peserta dari Kabupaten Tana Tidung masih dalam tahap koordinasi dan direncanakan turut mengirimkan perwakilan.

Juanda, Komandan Wilayah Kokam Kalimantan Utara sekaligus ketua panitia Diklatsar Kokam Kaltara 2026.
Rangkaian kegiatan akan diawali dengan Rapimwil Pemuda Muhammadiyah Kalimantan Utara yang dijadwalkan dibuka oleh Panglima Tinggi Kokam, yang juga Ketua Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah, Dzulfikar Ahmad Tawalla. Setelah itu, Diklatsar akan berlangsung pada 31 Juli hingga 2 Agustus 2026.
Juanda mengatakan, Diklatsar tidak hanya diperuntukkan bagi kader Muhammadiyah, tetapi juga dibuka untuk masyarakat umum yang ingin mengembangkan kemampuan dan wawasan.
“Peserta tidak hanya berasal dari Angkatan Muda Muhammadiyah. Ada dari Tapak Suci, Hizbul Wathan, Amal Usaha Muhammadiyah, dan kami juga membuka kesempatan bagi masyarakat umum. Bahkan sudah ada beberapa peserta yang mendaftar meski tidak memiliki afiliasi dengan Muhammadiyah,” katanya.
Menurutnya, Diklatsar bertujuan membentuk karakter, meningkatkan kedisiplinan, ketangkasan, serta kemampuan dasar dalam bidang keamanan dan kepemimpinan.
Dalam pelaksanaannya, peserta akan menerima berbagai materi, antara lain bela negara, pelatihan kedisiplinan, dan ketangkasan. Selain itu, panitia juga berupaya menjalin kerja sama dengan kepolisian untuk menghadirkan materi pengenalan penggunaan senjata api secara terbatas.
“Kami masih berkomunikasi dengan pihak kepolisian agar memungkinkan adanya materi pengenalan proses penembakan sebagai bagian dari edukasi. Jika mendapatkan persetujuan, materi tersebut akan disampaikan bekerja sama dengan Polda Kalimantan Utara,” jelas Juanda.
Ia menegaskan, materi tersebut bersifat pengenalan dan akan dilaksanakan sesuai ketentuan serta di bawah pendampingan aparat berwenang apabila kerja sama tersebut terealisasi.
Juanda berharap Diklatsar Kokam 2026 dapat menjadi wadah pembinaan generasi muda yang disiplin, berkarakter, memiliki jiwa kepemimpinan, serta mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.

