TARAKAN – Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah (PWPM) Kalimantan Utara akan menggelar Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil I) pada 29 Juli hingga 2 Agustus 2026 di Provinsi Kalimantan Utara. Kegiatan tersebut akan dirangkaikan dengan kunjungan kerja Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) sekaligus Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah, Dzulfikar Ahmad Tawalla, serta Pendidikan dan Pelatihan Dasar (Diklatsar) Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (KOKAM) se-Kalimantan Utara.
Hal itu disampaikan Sekretaris PW Pemuda Muhammadiyah Kalimantan Utara, Burhanuddin, S.Kom, dalam pernyataan resmi mengenai persiapan pelaksanaan Rapimwil.
Burhanuddin menjelaskan, Rapimwil menjadi forum konsolidasi organisasi sekaligus wadah merumuskan arah gerak Pemuda Muhammadiyah di Kalimantan Utara. Selain agenda internal organisasi, kegiatan juga diisi dengan program yang menyentuh isu strategis, khususnya perlindungan pekerja migran.
“Kunjungan kerja Bapak Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah akan difokuskan pada penguatan pelindungan Pekerja Migran Indonesia serta pemberdayaan ekonomi keluarga PMI, terutama di wilayah perbatasan,” ujar Burhanuddin, Rabu (22/7/26).
Selain itu, lanjutnya, akan dilaksanakan Diklatsar KOKAM se-Kalimantan Utara sebagai bagian dari proses pembinaan kader. Kegiatan tersebut bertujuan mencetak kader yang memiliki kedisiplinan, semangat pengabdian, serta kesiapsiagaan dalam menjalankan misi kemanusiaan dan sosial kemasyarakatan.
PWPM Kalimantan Utara juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara atas dukungan penuh terhadap penyelenggaraan seluruh rangkaian kegiatan tersebut.
Menurut Burhanuddin, Rapimwil beserta agenda pendukungnya terlaksana atas fasilitasi dan dukungan dari Gubernur Kalimantan Utara, Dr. H. Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum, beserta jajaran Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara.
“Kami menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada Bapak Gubernur Kalimantan Utara. Sinergi ini merupakan bentuk kolaborasi antara Muhammadiyah dan pemerintah daerah dalam mendukung pembangunan Kalimantan Utara yang berkemajuan, berkeadilan, serta memberikan perhatian terhadap pelindungan masyarakat, termasuk para pekerja migran Indonesia,” katanya.
Mengusung tema “Pemuda Berkemajuan untuk Kaltara Berdaya”, PWPM Kalimantan Utara berharap seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan lancar dan menghasilkan rekomendasi yang bermanfaat bagi penguatan organisasi, pengembangan kepemudaan, serta kontribusi nyata bagi pembangunan daerah.


