Buaya Raksasa Muncul di Sungai Malinau, Bupati Wempi Turun Langsung Tinjau Lokasi dan Imbau Warga Waspada

by Isman Toriko

MALINAU, Metrokaltara.com – Kemunculan buaya berukuran besar di kawasan hilir Pelabuhan Speed Malinau Kota menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Malinau. Bupati Malinau Wempi W. Mawa, S.E., M.H. turun langsung meninjau lokasi bersama Wakil Bupati, jajaran perangkat daerah, Camat Malinau Kota, Camat Malinau Utara, serta perwakilan Balai Taman Nasional Kayan Mentarang, Rabu (23/7/2026).

Peninjauan dilakukan setelah adanya laporan masyarakat dan para pekerja di bantaran Sungai Malinau yang dalam beberapa hari terakhir berulang kali melihat kemunculan buaya di sekitar tepian sungai. Kondisi tersebut memunculkan kekhawatiran karena lokasi kemunculan berada tidak jauh dari kawasan aktivitas masyarakat dan jalur transportasi sungai.

Dari informasi yang dihimpun di lapangan, warga memperkirakan terdapat sedikitnya tiga ekor buaya yang masih berkeliaran di kawasan tersebut. Seekor di antaranya diperkirakan memiliki panjang mencapai 5 hingga 6 meter, sementara dua lainnya berukuran sedang dan kecil. Kemunculan reptil predator itu paling sering terlihat pada pagi hingga siang hari.

Saat melakukan peninjauan, Bupati Wempi bersama rombongan juga menyaksikan rekaman video hasil pantauan drone yang memperlihatkan keberadaan buaya di sekitar lokasi. Rekaman tersebut menjadi bukti tambahan yang menguatkan laporan masyarakat mengenai aktivitas satwa liar tersebut.

Bupati Wempi mengatakan, Sungai Malinau memang merupakan habitat alami buaya. Namun, meningkatnya intensitas kemunculan satwa itu di dekat permukiman menjadi perhatian serius pemerintah daerah.

Penampakan Buaya di Perairan Malinau

“Buaya memang sudah lama menjadi bagian dari habitat Sungai Malinau. Namun belakangan ini kemunculannya semakin sering dan berada lebih dekat dengan kawasan permukiman masyarakat. Karena itu kami mengimbau seluruh warga agar selalu berhati-hati demi menghindari hal-hal yang tidak kita inginkan,” tegas Wempi.

Meski hingga kini belum ada laporan warga yang menjadi korban, Pemkab Malinau memilih mengambil langkah antisipatif guna mencegah potensi terjadinya insiden yang membahayakan keselamatan masyarakat.

Pemerintah Kabupaten Malinau juga akan terus berkoordinasi dengan Balai Taman Nasional Kayan Mentarang serta instansi terkait untuk melakukan pemantauan intensif dan menentukan langkah penanganan yang tepat. Upaya tersebut dilakukan dengan tetap memperhatikan keseimbangan antara keselamatan masyarakat dan kelestarian satwa liar yang dilindungi habitatnya.

Bupati Wempi turut mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di sekitar Sungai Malinau. Warga diminta tidak mendekati lokasi kemunculan buaya, menghindari aktivitas seorang diri di tepian sungai, terutama pada pagi dan siang hari, serta segera melaporkan kepada aparat maupun pemerintah setempat apabila kembali melihat kemunculan buaya.

Pemerintah berharap kerja sama seluruh masyarakat dapat membantu meminimalkan risiko sekaligus mendukung penanganan yang aman dan terukur terhadap kemunculan satwa liar tersebut. (rko)

Related Articles

Bagaimana Tanggapan Anda?....

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses