Empat Tahun Menyalakan Asa Literasi, Program Sekolah Enuma Indonesia Tinggalkan Jejak bagi Generasi Malinau

by Isman Toriko

MALINAU, Metrokaltara.com – Tepuk tangan panjang menggema di Aula Dinas Pendidikan Kabupaten Malinau, Rabu (15/7/2026) pagi. Bukan sekadar menandai berakhirnya sebuah program, tetapi menjadi simbol rasa syukur atas perjalanan empat tahun yang telah membuka lebih banyak pintu belajar bagi anak-anak di pelosok Kabupaten Malinau.

Mewakili Bupati Malinau, Wempi W. Mawa, S.E., M.H., Asisten II Bidang Pembangunan dan Perekonomian Kabupaten Malinau, Drs. Agustinus, M.AP, secara resmi menutup Program Sekolah Enuma Indonesia yang sejak Juli 2022 telah dijalankan melalui Yayasan Litara di sejumlah Taman Baca Masyarakat (TBM).

Dalam sambutannya, Agustinus menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada Yayasan Litara beserta seluruh mitra yang telah menghadirkan inovasi pembelajaran bagi anak-anak Malinau. Menurutnya, program tersebut bukan sekadar mengajarkan membaca dan berhitung, tetapi juga menumbuhkan rasa percaya diri, kreativitas, serta semangat belajar melalui pendekatan yang menyenangkan.

Selama kurang lebih empat tahun, Program Sekolah Enuma Indonesia menghadirkan metode pembelajaran berbasis teknologi yang dipadukan dengan permainan edukatif. Pendekatan tersebut dinilai mampu membuat proses belajar menjadi lebih menarik, khususnya bagi anak usia dini dan siswa sekolah dasar yang mengikuti kegiatan di berbagai TBM.

“Anak-anak kita yang hari ini belajar membaca, berhitung dan mengenal teknologi adalah generasi yang kelak akan melanjutkan pembangunan daerah ini. Tugas kita adalah memastikan mereka memperoleh kesempatan untuk bertumbuh,” ujar Agustinus.

Kalimat itu menjadi penegasan bahwa investasi terbesar sebuah daerah bukan hanya membangun infrastruktur, tetapi juga membangun kualitas manusianya sejak usia dini.

Di balik berakhirnya program, tersimpan ribuan cerita tentang anak-anak yang mulai mengenal huruf, berani membaca di depan teman-temannya, hingga mengenal teknologi sebagai sarana belajar. Semua itu menjadi bekal berharga bagi lahirnya generasi Malinau yang lebih siap menghadapi tantangan masa depan.

Agustinus juga menyampaikan penghargaan kepada seluruh pihak yang telah mendukung keberhasilan program, mulai dari Ikatan Keluarga Baca Malinau (IKBM), Program INOVASI, PT Mitrabara Adiperdana, pemerintah desa, para pendidik, fasilitator, hingga para pegiat literasi yang dengan penuh dedikasi mendampingi anak-anak selama program berlangsung.

Menurutnya, kolaborasi berbagai elemen tersebut menjadi bukti bahwa pembangunan pendidikan tidak dapat dilakukan oleh pemerintah semata, melainkan membutuhkan sinergi semua pihak yang memiliki kepedulian terhadap masa depan anak-anak.

Meski Program Sekolah Enuma Indonesia resmi ditutup, semangat literasi yang telah tumbuh diharapkan terus hidup di tengah masyarakat. Pemerintah Kabupaten Malinau pun menegaskan komitmennya untuk terus membangun sumber daya manusia yang unggul, berkarakter, dan memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang.

“Keterbatasan tidak boleh menjadi penghalang bagi anak-anak Malinau untuk meraih cita-cita. Setiap anak berhak mendapatkan kesempatan belajar yang terbaik,” tegas Agustinus.

Berakhirnya Program Sekolah Enuma Indonesia bukanlah akhir dari perjalanan literasi di Malinau. Sebaliknya, momen ini menjadi tonggak lahirnya harapan baru agar budaya membaca, belajar, dan berinovasi terus tumbuh, sehingga anak-anak Malinau mampu menjadi generasi yang cerdas, tangguh, dan siap membawa daerahnya menuju masa depan yang lebih baik. (rko)

Related Articles

Bagaimana Tanggapan Anda?....

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses