by Isman Toriko

TANA TIDUNG, Metrokaltara.com – Bukan sekadar menggerakkan bidak di atas papan hitam putih. Di balik setiap langkah kuda, benteng, menteri hingga raja, terselip semangat persaudaraan dan kebersamaan.

Suasana itulah yang mewarnai event catur yang digelar Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Kabupaten Tana Tidung, sebagai bagian dari rangkaian menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-25 Partai Demokrat, yang akan diperingati pada 9 September 2026.

Sebanyak 62 peserta ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Tidak hanya berasal dari Kabupaten Tana Tidung, event ini juga menarik perhatian para pecatur dari sejumlah daerah di Kalimantan Utara.

Tercatat, 6 peserta datang dari Kabupaten Malinau, 3 peserta dari Kota Tarakan, dan 4 peserta dari Tanjung Selor. Mereka turut meramaikan pertandingan yang berlangsung mulai Sabtu hingga malam Senin.

Bagi DPC Demokrat Tana Tidung, kehadiran peserta lintas daerah menjadi salah satu hal yang membanggakan. Sebab, olahraga catur ternyata mampu menjadi ruang pertemuan yang mempertemukan masyarakat dari berbagai daerah dalam suasana kompetisi yang sehat.

Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Tana Tidung, Zulkifli.AB.SH, mengatakan kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan DPP Partai Demokrat dalam menyambut HUT ke-25.

“Sesuai dengan arahan dari DPP Pusat dalam menyambut HUT Partai Demokrat yang ke-25, DPC Kabupaten Tana Tidung melaksanakan kegiatan. Salah satunya event catur yang telah selesai kami laksanakan,” ujar Zulkifli.

Menurutnya, kegiatan olahraga tersebut sengaja dikemas sebagai wadah untuk mempererat silaturahmi sekaligus memberikan ruang kepada masyarakat, khususnya para pencinta catur, untuk menyalurkan kemampuan dan bakat mereka.

Catur memang dikenal sebagai olahraga yang mengandalkan kecerdasan, ketelitian dan strategi. Di atas papan berukuran kecil, para peserta dituntut mampu membaca langkah lawan sekaligus menyiapkan strategi beberapa langkah ke depan.

Namun, di balik ketegangan pertandingan, ada suasana kebersamaan yang terasa kuat. Peserta yang datang dari luar Tana Tidung harus menempuh perjalanan untuk bisa mengikuti event tersebut. Mereka tidak hanya membawa ambisi memenangkan pertandingan, tetapi juga membawa semangat untuk bersilaturahmi dengan sesama pecatur.

Dari Malinau, Tarakan hingga Tanjung Selor, para peserta duduk berhadapan di depan papan catur. Tidak ada sekat daerah Yang tersisa hanyalah konsentrasi, sportivitas dan penghormatan terhadap lawan.

Pertandingan berlangsung selama beberapa hari, mulai Sabtu hingga berakhir pada malam Senin. Setiap babak menghadirkan cerita tersendiri. Ada peserta yang tampil percaya diri sejak awal, ada pula yang harus bertahan melalui pertandingan panjang dan penuh perhitungan Setiap langkah menjadi penentu. Satu kesalahan kecil dapat mengubah jalannya permainan.

Dan ketika pertandingan berakhir, tangan yang sebelumnya sibuk menggerakkan bidak kembali berjabat sebagai tanda sportivitas.

Zulkifli mengatakan, antusiasme peserta menjadi bukti bahwa kegiatan olahraga masih memiliki daya tarik kuat di tengah masyarakat.

Apalagi, peserta tidak hanya berasal dari Tana Tidung. Keterlibatan pecatur dari tiga daerah lainnya menunjukkan bahwa kegiatan tersebut mampu menjadi ruang silaturahmi lintas wilayah.

“Peserta sebanyak 62 orang. Ada 6 orang dari Malinau, 3 orang dari Tarakan dan 4 orang dari Tanjung Selor. Alhamdulillah kegiatan berjalan dan sudah selesai pada malam Senin,” jelasnya.

Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah ikut berpartisipasi dan menjaga jalannya pertandingan tetap aman serta sportif.

Menurutnya, kemenangan dalam pertandingan memang menjadi bagian penting dari kompetisi. Tetapi jauh lebih penting adalah bagaimana kegiatan tersebut mampu membangun hubungan baik antar peserta.

HUT ke-25 Partai Demokrat menjadi momentum penting bagi seluruh jajaran partai di berbagai daerah. Bagi DPC Demokrat Tana Tidung, peringatan tersebut tidak ingin hanya dilakukan melalui kegiatan seremonial.

Semangat menyambut usia seperempat abad Demokrat justru diwujudkan melalui kegiatan yang melibatkan masyarakat secara langsung. Olahraga catur dipilih karena sifatnya yang terbuka dan mampu menjangkau berbagai kalangan.

Papan catur menjadi simbol kecil bagaimana sebuah keputusan harus dipikirkan dengan matang. Setiap langkah memiliki konsekuensi dan setiap strategi membutuhkan kesabaran.

Nilai-nilai tersebut pula yang diharapkan dapat menjadi semangat dalam perjalanan Partai Demokrat memasuki usia ke-25.

Zulkifli berharap kegiatan yang telah dilaksanakan dapat menjadi awal dari kegiatan-kegiatan positif lainnya.

“Harapan kami kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan dan semakin banyak masyarakat yang ikut. Tidak hanya untuk memperingati HUT Demokrat, tetapi juga menjadi wadah silaturahmi dan kegiatan positif bagi masyarakat,” katanya.

Di Tana Tidung, perayaan itu hadir dalam bentuk yang sederhana, namun sarat makna. Puluhan peserta duduk mengelilingi papan catur. Ada yang datang dari dekat, ada pula yang menempuh perjalanan dari daerah lain.

Mereka datang dengan tujuan yang sama: bertanding, bersilaturahmi dan menjadi bagian dari perayaan seperempat abad Partai Demokrat.

Di atas papan catur, setiap pemain berusaha memenangkan pertandingan. Namun setelah pertandingan selesai, yang tersisa bukan hanya soal siapa yang menang dan siapa yang kalah.

Ada persahabatan yang terbangun. Ada silaturahmi yang semakin erat. Dan ada semangat kebersamaan yang menjadi pesan utama dari kegiatan tersebut. (rko)

Related Articles

Bagaimana Tanggapan Anda?....

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses