Hujan Deras dan Angin Kencang Picu Longsor di Tana Tidung, Sejumlah Rumah dan Jalan Terdampak

by Isman Toriko

TANA TIDUNG, Metrokaltara.com – Malam itu hujan turun tanpa jeda. Sejak pukul 20.18 WITA, Jumat (19/12/2025), langit Kabupaten Tana Tidung seolah menumpahkan seluruh isinya. Angin kencang menyapu pepohonan, sementara tanah perlahan kehilangan daya cengkeramnya. Hingga akhirnya, bencana pun tak terelakkan.

Sekitar pukul 23.45 WITA, kabar buruk mulai diterima Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tana Tidung. Warga bersama Dinas Pemadam Kebakaran (PMK) melaporkan terjadinya tanah longsor dan pohon tumbang di sejumlah titik, yang mengakibatkan rumah warga terdampak, kendaraan tertimpa material longsor, serta akses jalan lumpuh sementara.

Kepala BPBD Tana Tidung, Didik Darmadi, menjelaskan bahwa curah hujan tinggi disertai angin kencang menjadi pemicu utama bencana. Kondisi tanah yang labil membuat longsoran tak bisa dihindari, terutama di wilayah dengan kontur perbukitan dan jalur rawan.

Beberapa rumah warga ikut merasakan dampaknya. Rumah Bapak Samuel Panai di Desa Limbu Sedulun terdampak material longsor, sementara di wilayah Tideng Pale, rumah Alm. Bapak Herman dan Bapak Rudi turut mengalami kerusakan.

Sebuah kendaraan milik warga juga tertimpa material longsor, menambah kecemasan di tengah malam yang gelap dan basah.

Tak hanya permukiman, fasilitas umum pun tak luput dari amukan alam. Jalan Perintis mengalami retakan pada badan aspal, bahkan sebagian amblas. Pohon tumbang menutup Jalan Keramat di sekitar pelabuhan, serta longsor dan pohon tumbang terjadi di Jalan Aki Ulot, membuat akses warga sempat terputus.

Namun di balik situasi mencekam tersebut, kabar baik masih menyertai. “Alhamdulillah, tidak ada korban jiwa dan tidak terjadi pengungsian,” ujar Didik Darmadi. Warga memilih bertahan di rumah masing-masing sambil menunggu hujan mereda.

Keesokan harinya, Sabtu (20/12/2025), Pemerintah Kabupaten Tana Tidung bergerak cepat. Sejak pagi, personel BPBD, Damkar, Dinas PUPR, dan Dinas Sosial turun langsung ke lokasi. Material longsor dan batang pohon dievakuasi, akses jalan dibuka kembali, dan area rawan diamankan untuk mencegah bencana susulan.

Di Jalan Perintis, alat berat dikerahkan untuk memperbaiki aspal yang retak, sementara di rumah-rumah warga, sisa material longsor masih dibersihkan satu per satu. Kerja bersama ini menjadi penanda bahwa di tengah bencana, semangat gotong royong tetap hidup.

BPBD Kabupaten Tana Tidung pun mengingatkan masyarakat agar tetap waspada menghadapi cuaca ekstrem. Warga yang tinggal di lereng perbukitan, dekat sungai, serta daerah rawan longsor diminta untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat hujan lebat dan angin kencang kembali datang.

Malam itu boleh berlalu, tetapi pesan alam masih terasa: kewaspadaan adalah kunci, dan kesiapsiagaan menjadi penopang keselamatan bersama. (rko)

Related Articles

Bagaimana Tanggapan Anda?....

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses