Dituding Abai Sosial, PT BAS Justru Salurkan CSR Sejak Sebelum Beroperasi

by Isman Toriko

TANA TIDUNG, Metrokaltara.com – Di tengah belum dimulainya aktivitas operasional perusahaan, PT Borneo Agro Sakti (BAS) justru telah lebih dulu menunjukkan komitmennya terhadap masyarakat melalui penyaluran Corporate Social Responsibility (CSR) di Kecamatan Betayau, Kabupaten Tana Tidung.

Langkah tersebut sekaligus menjawab berbagai anggapan yang menyebut PT BAS tidak memperhatikan aspek lingkungan dan sosial. Faktanya, hingga saat ini PT BAS memang belum beroperasi, sehingga aktivitas yang berkaitan dengan dampak lingkungan belum ada. Namun dari sisi sosial, perusahaan telah mengambil peran nyata di tengah masyarakat.

Manager PT BAS, Warisman, menegaskan bahwa meski operasional belum berjalan, perusahaan tidak tinggal diam dalam menjalankan tanggung jawab sosialnya.

“Dalam beberapa bulan terakhir, PT BAS sudah menyalurkan CSR kepada masyarakat. Walaupun kami belum beroperasi, bukan berarti kami mengabaikan aspek sosial. Justru sejak awal kami berupaya hadir dan membantu warga yang membutuhkan,” ujarnya, Sabtu (20/12/2025).

Sejumlah bantuan sosial telah disalurkan, di antaranya dukungan perayaan Natal dan Tahun Baru bagi beberapa gereja di Kecamatan Betayau, bantuan kedukaan bagi warga, serta bantuan alat berat berupa ekskavator kepada Desa Kujau.

Ekskavator tersebut dimanfaatkan untuk membersihkan akses jalan dan merawat parit desa guna mencegah genangan banjir yang kerap mengganggu aktivitas masyarakat.

Tak hanya itu, PT BAS juga memberikan dukungan terhadap kegiatan kepemudaan melalui karang taruna sebagai bentuk perhatian terhadap pengembangan generasi muda di wilayah sekitar perusahaan.

“Kami ingin keberadaan PT BAS benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, meski saat ini belum beroperasi,” tambah Warisman.

Selain CSR, PT BAS juga mulai melibatkan putra daerah dalam lingkup perusahaan. Beberapa warga lokal telah bekerja di PT BAS, dan ke depan perusahaan berkomitmen kuat untuk memprioritaskan tenaga kerja lokal.

“Jika nanti perusahaan sudah berjalan, kami menargetkan sekitar 70 persen tenaga kerja berasal dari putra-putri daerah,” tegasnya.

Warisman juga menanggapi pernyataan dari PPKH-LH Kalimantan Utara yang menyebut telah menemukan dugaan aktivitas usaha PT BAS tanpa memperhatikan aspek lingkungan dan sosial. Menurutnya, pernyataan tersebut perlu diluruskan.

“Bagaimana mungkin ada temuan kegiatan usaha, sementara sampai saat ini PT BAS belum beroperasi dan belum melakukan pekerjaan apa pun. Meski demikian, kami tetap berkomitmen untuk lebih maksimal ke depannya,” jelasnya.

PT BAS berharap kehadiran perusahaan nantinya dapat menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar, membuka lapangan kerja, serta meningkatkan kesejahteraan warga melalui program CSR yang berkelanjutan.

“Mari kita bergandeng tangan. Kami berkomitmen untuk menyejahterakan masyarakat, baik melalui bantuan sosial maupun perekrutan tenaga kerja lokal,” tutup Warisman. (rko)

Related Articles

Bagaimana Tanggapan Anda?....

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses