MAF Tak Terbang 2 Bulan, 4 Warga Krayan Meninggal Dunia

by Setiadi
Kepala Kantor MAF Cabang Tarakan Tom Crisley. (aras)

Kepala Kantor MAF Cabang Tarakan Tom Crisley. (aras)

Tarakan, MK – Selama dua bulan pesawat Mission Aviation Fellowship (MAF) tak melayani penerbangan di sejumlah daerah terisolir di Provinsi Kaltara. Akibatnya, sebanyak empat warga Kecamatan Krayan, Kabupaten Nunukan yang membutuhkan pertolongan untuk diterbangkan ke rumah sakit di perkotaan meninggal dunia.

Kepala Kantor MAF Cabang Tarakan Tom Crisley kepada Metro Kaltara mengaku tidak beroperasinya pesawat MAF dikarenakan mabes TNI AU belum mengeluarkan izin penerbangannya.

“Kami sangat menyesalkan dengan kejadian itu, memang ada permohonan yang masuk ke kami dari warga Krayan. Tapi yang menjadi kendala kami adalah belum ada perpanjangan perizinan penerbangan oleh mabes TNI AU di Jakarta,” ujarnya, Jumat (08/01).

“11 November 2015 itu merupakan izin terakhir. Jadi setiap minggu izin dari mabes TNI AU diperbaharui, 12 November kami tidak terbang lagi sampai sekarang. Jadi terpaksa kami tidak melayani itu,” imbuhnya.

Ia menuturkan alasan tidak diperpanjangnya izin MAF dari mabes TNI AU lantaran dinilai menyalahi izin operasional. “Tapi sebenarnya kami tak ada masalah dengan perhubungan. Kalaupun ada masalah harusnya perhubungan yang menghentikan operasional kami,” tuturnya.

Lanjut Tom, izin operasional dari perhubungan ada dan pihaknya sudah mengurus ke TNI AU. Bahkan MAF juga sudah berkomunikasi dengan Menetri Perhubungan RI Iganasius Jonan. “Sudah ada dukungan dari beliau silahkan MAF jalan terus walaupun belum ada hitam diatas putih,” akunya.

Meskipun demikian, petinggi di mabes TNI AU sebenarnya sudah menginformasikan melalui via SMS bahwa akan memproses perizinannya. “Tapi sampai sekarang belum ada,” singkatnya.

Adapun izin untuk AU berupa security clearance untuk penerbangan dan personal pilot. “Artinya, ada 5 pesawat di Kaltara dan 10 pilot asing yang asing harus diurus,” sebutnya.

Selama ini MAF melayani rute penerbangan ke tempat-tempat seperti Krayan dan Apokayan. Tujuannya yaitu menangani hal-hal darurat dan semata-mata membantu masyarakat. “Izin tidak diperpanjang lagi otomatis kami tidak mau melanggar dan berusaha taat pada peraturan,” ucap Tom. (aras/sti)

Related Articles

1 comment

Ian Apokayan Januari 8, 2016 - 9:53 am

YTH :
Presiden RI, Presiden Joko Widodo
Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, Marwan Jafar​
TNI Angkatan Udara​, Marsekal TNI Agus Supriatna

Aku Ian Ardyan​, sebagai putra daerah asli Kalimantan, merasakan keprihatinan atas lambannya laju pembangunan di bumi Kalimantan. Sampai kapan hal ini bisa teratasi dengan baik ya, bukankah negeri ini sudah merdeka sejak 70 tahun silam… ?! #mikir

Ini salah satu dampak sebab-akibat minimnya infrastruktur fasilitas dan sarana transportasi di pulau Kalimantan, bapak-bapak pejabat negara ini harus bisa LEBIH peduli dan LEBIH punya rasa hati nuraninya JIKA memang mengakui adanya Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika !

Di Pulau Jawa, Lapangan Terbang bagus-bagus.. transportasi mudah, jalan mulus bahkan sampai ke atas gunung.. Puskesmas mudah dijangkau, tenaga medis banyak.. TETAPI hal tersebut berbanding terbalik dengan kondisi di Pulau Kalimantan, dimana SDA asal Kalimantan dioptimalkan untuk dieksplorasi, hasil SDA-nya dapat dipergunakan untuk membangun negeri ini, tetapi membangun merata dan dimana saja ya.. apakah hal tersebut dilakukan pula untuk membangun Pulau Kalimantan ? ‪#‎mikir‬ !

Apakah hal seperti ini adil bilamana di Pulau Kalimantan TETAP minim dan lamban pembangunan infrastrukturnya ya pak Presiden Joko Widodo ?!
Aku Ian Ardyan, aktivis Eks ’98, asli dari Dayak Kenyah – Punan, kritis mencermati kondisi ketidakadilan kehidupan dasar sosial yang masih terjadi dan dialami oleh kerabat ku sendiri, masyarakat adat suku Dayak di seluruh Pulau Kalimantan. Masih adakah empati mu wahai presiden ku YTH Presiden Joko Widodo pada kehidupan sosial masyarakat adat di Kalimantan ?

Salam,
Ian Ardyan
Cp. 0812.8463.8562
Tw. https://twitter.com/ianapokayan/status/685388232809254912

Reply

Bagaimana Tanggapan Anda?....

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: