MALINAU, Metrokaltara.com – Pagi itu, suasana penuh kehangatan dan kebersamaan menyelimuti perayaan Paskah yang digelar Persekutuan Wanita Kristen Indonesia (PWKI) Kabupaten Malinau, Sabtu (18/4/2026). Di tengah lantunan pujian dan wajah-wajah penuh sukacita, Bupati Malinau, , hadir menyapa dan memberikan penguatan bagi kaum perempuan yang selama ini menjadi pilar penting dalam kehidupan berjemaat dan bermasyarakat.
Kehadiran orang nomor satu di Malinau itu bukan sekadar memenuhi undangan, melainkan menjadi bagian dari refleksi bersama atas makna Paskah—tentang pengorbanan, kebangkitan, dan harapan baru yang terus hidup dalam setiap pelayanan.
Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan apresiasi kepada Ketua TP PKK, jajaran pengurus PWKI, para kepala OPD, serta seluruh peserta yang hadir. Ia secara khusus menyoroti peran strategis perempuan dalam menjaga harmoni sosial sekaligus menjadi motor penggerak organisasi yang berlandaskan nilai-nilai iman.
“Perayaan ini bukan sekadar seremonial, tetapi momentum untuk memperdalam makna iman. Perempuan Kristen memiliki tanggung jawab besar untuk membangun, menguatkan, dan menjadi berkat bagi sesama,” ujarnya dengan penuh penekanan.
Dengan nada reflektif, Wempi mengajak seluruh anggota PWKI untuk menjadi terang dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, cahaya itu tidak hanya terpancar dari aktivitas organisasi, tetapi juga dari sikap, tutur kata, dan tindakan nyata yang membawa dampak positif.
“Jadilah terang, jangan menjadi gelap. Bersinar bukan hanya organisasinya, tetapi juga seluruh perilaku anggotanya dalam hal-hal positif,” pesannya, disambut anggukan para peserta.
Lebih jauh, ia mengingatkan pentingnya ketulusan dalam melayani. Baginya, pelayanan yang sejati lahir dari hati yang bersih, tanpa pamrih dan tanpa kepentingan tersembunyi. Nilai inilah yang, menurutnya, harus terus dijaga agar kehadiran PWKI benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas.
Di tengah suasana penuh hikmat itu, Bupati juga membuka realitas yang tengah dihadapi daerah. Ia menyampaikan bahwa dinamika ekonomi global turut berdampak pada kondisi keuangan daerah, yang menyebabkan penurunan signifikan pada APBD Kabupaten Malinau.
Kendati demikian, ia memastikan bahwa pemerintah daerah tidak akan lepas tangan. Dukungan terhadap organisasi, termasuk PWKI, tetap menjadi perhatian—meski harus disesuaikan dengan kemampuan anggaran yang ada.
“Program-program yang diajukan akan kita verifikasi agar selaras dengan kondisi keuangan daerah. Namun kami tetap berupaya membantu secara maksimal,” jelasnya.
Perayaan Paskah PWKI Malinau pun menjadi lebih dari sekadar pertemuan rohani. Ia menjelma ruang perenungan, penguatan, sekaligus peneguhan komitmen bahwa di tengah keterbatasan, semangat melayani dan berbagi tidak boleh surut. Dari tangan-tangan perempuan yang setia, harapan itu terus dirawat—menjadi terang yang menyala, bahkan di tengah tantangan zaman. (rko)


