Sebatik Utara, MK – Pemerintah Kecamatan Sebatik Utara berkolaborasi dengan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Puskesmas Sebatik Utara membagikan masker kepada masyarakat di kawasan depan Pos Lintas Batas Negara (PLBN), Rabu (2/9/2026).
Kegiatan tersebut merupakan langkah preventif menyusul kondisi kualitas udara yang sempat mengalami peningkatan kadar partikulat akibat asap karhutla. Masyarakat yang melintas di kawasan PLBN diberikan masker sekaligus imbauan untuk tetap waspada dan menggunakan pelindung pernapasan saat beraktivitas di luar ruangan, terutama apabila kondisi udara kembali dipenuhi asap.
Dalam kegiatan tersebut, Puskesmas Sebatik Utara menyediakan sebanyak 5 dos masker, sedangkan Pemerintah Kecamatan Sebatik Utara turut menyediakan sekitar 50 masker kain. Masker dibagikan secara langsung kepada masyarakat sebagai bentuk respons cepat dan sinergi lintas sektor terhadap kondisi lingkungan yang berpotensi berdampak pada kesehatan.
Selain pembagian masker, petugas Kesehatan Lingkungan (Kesling) Puskesmas Sebatik Utara juga melakukan pemantauan kualitas udara luar ruangan menggunakan particle counter.
Pemantauan dilakukan pada tiga titik sampling untuk mengetahui kondisi partikulat udara di sekitar lokasi kegiatan. Parameter yang diukur meliputi PM2.5 dan PM10, yaitu partikulat berukuran kecil yang dapat terhirup dan masuk ke saluran pernapasan.
Berdasarkan hasil pengukuran pada tiga titik tersebut, diperoleh nilai rata-rata PM2.5 sebesar 32 µg/m³ dan PM10 sebesar 67 µg/m³. Hasil pembacaan pengukuran menunjukkan bahwa kondisi kualitas udara pada saat pemantauan, 2 September 2026, masih memenuhi syarat baku mutu yang digunakan sebagai acuan.
Kondisi tersebut menunjukkan adanya perbaikan dibandingkan hasil pemantauan pada 1 September 2026, ketika kadar partikulat udara terukur lebih tinggi. Secara visual, kondisi udara di wilayah Sebatik Utara juga tampak lebih baik. Asap yang sebelumnya cukup terasa mulai berkurang sehingga jarak pandang dan kondisi udara di sekitar lokasi kegiatan relatif membaik.
Perbaikan kondisi tersebut diduga turut dipengaruhi oleh curah hujan yang cukup tinggi dalam beberapa hari terakhir. Hujan dapat membantu menurunkan konsentrasi partikulat di atmosfer sehingga paparan asap di udara dapat berkurang.
Meski kondisi udara mulai membaik, pemantauan dan kewaspadaan tetap diperlukan. Situasi akibat karhutla dapat berubah sewaktu-waktu, bergantung pada kondisi titik api, arah angin, cuaca, dan intensitas hujan.
Kepala Puskesmas Sebatik Utara mengatakan kegiatan pembagian masker merupakan bagian dari upaya bersama untuk memberikan perlindungan sekaligus edukasi kepada masyarakat selama kondisi udara terdampak asap karhutla.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap perubahan kualitas udara. Walaupun hasil pengukuran hari ini menunjukkan kondisi yang masih memenuhi syarat baku mutu dan asap mulai berkurang, penggunaan masker tetap dianjurkan terutama saat beraktivitas di luar ruangan apabila kondisi udara kembali memburuk,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan masyarakat untuk memberikan perhatian lebih kepada kelompok yang rentan terhadap paparan polusi udara, seperti anak-anak, lanjut usia, ibu hamil, serta masyarakat yang memiliki sensitivitas terhadap gangguan pernapasan.
Sementara itu, Pemerintah Kecamatan Sebatik Utara menegaskan bahwa penanganan dampak karhutla membutuhkan koordinasi dan kolaborasi lintas sektor agar perlindungan masyarakat dapat dilakukan secara cepat dan tepat.
“Kegiatan hari ini merupakan bentuk kepedulian dan sinergi antara Kecamatan Sebatik Utara, Satpol PP dan Puskesmas Sebatik Utara. Kami bersama-sama hadir di tengah masyarakat untuk memberikan masker sekaligus mengingatkan agar masyarakat tetap memperhatikan kondisi kualitas udara,” ujar Camat Sebatik Utara.
Menurutnya, membaiknya kondisi udara merupakan perkembangan positif yang patut disyukuri. Namun, kewaspadaan tetap harus dipertahankan mengingat kondisi lingkungan dapat kembali berubah.
Pemerintah Kecamatan Sebatik Utara bersama Puskesmas Sebatik Utara mengimbau masyarakat untuk tetap menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan, mengurangi aktivitas di luar rumah apabila asap kembali pekat, serta segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan apabila mengalami keluhan seperti batuk, sesak napas, iritasi mata, atau gangguan kesehatan lainnya.
Pemantauan kualitas udara akan terus dilakukan sesuai kebutuhan sebagai bagian dari upaya deteksi dini terhadap perubahan kondisi lingkungan.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kecamatan Sebatik Utara bersama Puskesmas Sebatik Utara dan Satpol PP berkomitmen memperkuat sinergi lintas sektor dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan dan keselamatan selama periode karhutla.(**)

