TANA TIDUNG, Metrokaltara.com – Suasana ruang pertemuan Hotel Galaxy Tarakan tampak berbeda pada Kamis pagi (11/12/2025). Para kepala sekolah dari TK, SD, hingga SMP se-Kabupaten Tana Tidung duduk memenuhi ruangan, membawa harapan baru untuk masa depan pendidikan daerah.
Di tengah kesibukan akhir tahun dan padatnya agenda sekolah, rakor ini menjadi ruang berhenti sejenak—ruang untuk menata langkah, mengevaluasi perjalanan, dan merangkai visi bersama.
Di hadapan para pendidik itu, Pelaksana Tugas Kepala Disdikbud, Arman Jauhari, S.H., berdiri membuka acara. Dengan suara tenang namun tegas, ia menyampaikan sambutan Bupati Tana Tidung yang menempatkan tahun anggaran 2025 sebagai titik balik penting dalam penguatan tata kelola pendidikan.
“Tahun anggaran 2025 menjadi fase penting dalam penguatan tata kelola pendidikan. Melalui evaluasi kinerja kepala sekolah, saya berharap setiap satuan pendidikan mampu mengidentifikasi capaian dan tantangan dalam pengelolaan sekolah,” kutipan sambutan Bupati menggema di ruangan.
Kata-kata itu seolah mengajak seluruh kepala sekolah untuk bercermin—melihat kembali apa yang sudah dikerjakan, apa yang masih tertinggal, dan apa yang perlu diperbaiki. Evaluasi bukan sekadar laporan, melainkan kompas untuk menuntun arah baru.
Bupati dalam sambutannya menekankan bahwa seorang kepala sekolah kini bukan lagi sekadar pengelola administrasi. Ia adalah pemimpin pembelajaran—sosok yang menentukan warna budaya kerja, inspirasi guru, dan kenyamanan belajar siswa.
“Kepala sekolah harus hadir sebagai pemimpin yang visioner dan inovatif. Yang mampu membangun budaya kerja positif di lingkungan sekolah,”tegasnya
Kalimat itu menggambarkan tuntutan zaman yang makin dinamis. Dunia pendidikan berubah cepat, dan para kepala sekolah berdiri di garis terdepan perubahan itu.
Rakor ini pun menjadi momentum yang terasa lebih dari sekadar agenda rutin tahunan. Ada kesadaran kolektif yang tumbuh: bahwa masa depan pendidikan Tana Tidung ditentukan oleh kolaborasi, keberanian mengambil keputusan, serta kemauan memperbaiki diri.
Di akhir kegiatan, Arman Jauhari menyampaikan harapan yang sederhana namun penuh makna.
Ia tidak meminta hal besar—hanya agar apa yang dibahas hari itu benar-benar diterapkan.
“Rakor ini harus menjadi gerakan nyata. Kita ingin setiap sekolah bergerak, berubah, dan berlari bersama menuju pendidikan Tana Tidung yang lebih baik,”ujarnya.
Para kepala sekolah pun kembali ke satuan pendidikan masing-masing dengan membawa pesan yang sama: bahwa pendidikan bukan hanya pekerjaan, tetapi investasi masa depan bagi generasi Tana Tidung.
Dengan energi baru dari forum tersebut, langkah menuju pendidikan yang unggul, bermutu, dan berkeadilan kini semakin mantap. (rko)



