TANJUNG SELOR, MK – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan konektivitas wilayah perbatasan. Selama kurun waktu lima tahun terakhir, sejak 2021 hingga 2025, Pemprov Kaltara telah mengalokasikan anggaran lebih dari Rp79 miliar untuk pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur jalan di wilayah Krayan, Kabupaten Nunukan.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPR-Perkim) Kaltara, Helmi, mengatakan anggaran tersebut dialokasikan secara bertahap setiap tahun guna membuka akses transportasi serta meningkatkan mobilitas masyarakat di kawasan perbatasan.
“Semua ini adalah wujud komitmen Pemerintah Provinsi dalam membangun dan membuka akses jalan di perbatasan, khususnya Krayan. Bapak Gubernur senantiasa memberi perhatian khusus terhadap aspirasi masyarakat di berbagai daerah di Kaltara,” ujar Helmi kepada media.
Pada tahun 2021, Pemprov Kaltara mengalokasikan anggaran sebesar lebih dari Rp30 miliar. Dana tersebut digunakan untuk peningkatan ruas jalan Long Bawan–Lembudud senilai Rp20,54 miliar, pemeliharaan rutin ruas jalan Long Bawan–Lembudud–Long Layu sebesar Rp5,18 miliar, serta pemeliharaan rutin ruas jalan Long Layu–Pa Upan–Long Rungan–Long Padi–Binuang senilai Rp4,79 miliar.
Selanjutnya pada tahun 2022, anggaran sebesar Rp15 miliar dialokasikan untuk pembangunan ruas jalan Long Bawan–Lembudud senilai Rp9,53 miliar, penanganan tanggap darurat bencana tanah longsor di Kecamatan Krayan Selatan sebesar Rp2,5 miliar, pemeliharaan rutin ruas jalan lingkar Krayan Long Bawan–Lembudud–Long Layu sebesar Rp1,49 miliar, serta pemeliharaan rutin ruas jalan Long Layu–Pa Upan–Long Rungan–Long Padi–Binuang senilai Rp1,5 miliar.
Memasuki tahun 2023, Pemprov Kaltara kembali mengalokasikan anggaran sebesar Rp5 miliar yang seluruhnya digunakan untuk pemeliharaan Jalan Lingkar Krayan ruas Long Bawan–Long Layu.
Pada tahun 2024, alokasi anggaran meningkat menjadi sekitar Rp22,35 miliar. Anggaran tersebut dimanfaatkan untuk penanganan Long Segment Jalan Lingkar Krayan Segmen I ruas Long Bawan–Lembudud–Long Layu sebesar Rp7,5 miliar, penanganan Long Segment Segmen II ruas Long Layu–Pa Upan–Long Rungan–Long Padi–Binuang senilai Rp7,5 miliar, pembangunan ruas jalan Pa Betung–Pa Pani–Perbatasan sebesar Rp5 miliar, pemeliharaan jalan dan jembatan Long Umung–Pa Raye sebesar Rp350 juta, serta pemeliharaan rutin Jalan Lingkar Krayan Segmen II (lanjutan) sebesar Rp2 miliar.
Sementara itu, pada tahun 2025 Pemprov Kaltara kembali menganggarkan Rp6,5 miliar untuk melanjutkan pembangunan infrastruktur jalan di Krayan. Anggaran tersebut terdiri atas pemeliharaan rutin Jalan Lingkar Krayan Segmen II sebesar Rp1,5 miliar dan penanganan Long Segment Jalan Lingkar Krayan Segmen I ruas Long Bawan–Lembudud–Long Layu senilai Rp5 miliar.
Helmi menegaskan, pembangunan infrastruktur jalan di Krayan merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk meningkatkan konektivitas antarwilayah, memperlancar distribusi barang dan jasa, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di kawasan perbatasan.
Menurutnya, pembangunan akses jalan di wilayah Krayan akan terus menjadi perhatian Pemprov Kaltara agar masyarakat di daerah perbatasan dapat menikmati infrastruktur yang semakin baik dan merata.(Fy/red)

