Penggunaan QRIS di Kaltara Terus Meningkat, BI Optimistis Ekonomi Digital Berkembang

by Suiman Namrullah

TARAKAN – Bank Indonesia mencatat penggunaan QRIS di Provinsi Kalimantan Utara terus menunjukkan tren peningkatan signifikan sepanjang periode 2023 hingga 2026. Peningkatan tersebut terlihat dari bertambahnya jumlah pengguna, merchant, hingga volume dan nominal transaksi pembayaran digital.

Kepala KPwBI Kalimantan Utara, Hasiando G. Manik, menyampaikan bahwa perkembangan sistem pembayaran digital di Kaltara mengalami pertumbuhan positif seiring meningkatnya adopsi transaksi non tunai di masyarakat.

“Penggunaan QRIS di Kalimantan Utara terus meningkat dan menjadi indikator semakin luasnya pemanfaatan sistem pembayaran digital di daerah,” ujar Hasiando, Senin (11/5/26).

Berdasarkan data Bank Indonesia, jumlah pengguna QRIS di Kalimantan Utara hingga 2025 mencapai sekitar 131 ribu pengguna atau tumbuh 8,1 persen secara tahunan (year on year/YoY).

Meski demikian, tingkat penetrasi QRIS terhadap penduduk usia produktif di Kaltara baru mencapai sekitar 25 persen. Artinya, masih terdapat potensi pasar sekitar 392 ribu jiwa yang dapat didorong untuk menggunakan layanan pembayaran digital.

Dari sisi wilayah, Kota Tarakan menjadi daerah dengan estimasi penduduk produktif tertinggi, mencapai sekitar 175 ribu jiwa. Disusul Kabupaten Nunukan sekitar 156 ribu jiwa dan Kabupaten Bulungan sekitar 119 ribu jiwa.

Selain pengguna, jumlah merchant QRIS di Kalimantan Utara juga mengalami peningkatan signifikan. Hingga 2025, tercatat sebanyak 112 ribu merchant telah menggunakan QRIS dengan pertumbuhan mencapai 18 persen YoY.

Kota Tarakan menjadi wilayah dengan jumlah merchant terbanyak yakni mencapai 47.239 merchant, diikuti Kabupaten Bulungan sebanyak 28.139 merchant dan Kabupaten Nunukan sebanyak 27.932 merchant.

Sementara itu, volume transaksi QRIS di Kalimantan Utara juga menunjukkan lonjakan tajam. Pada 2025, volume transaksi mencapai sekitar 21,5 juta transaksi atau tumbuh 408 persen YoY.

Adapun nominal transaksi QRIS tercatat mencapai Rp2,4 triliun dengan pertumbuhan sebesar 266 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Bank Indonesia juga terus memperluas edukasi dan sosialisasi penggunaan QRIS kepada masyarakat hingga ke wilayah perbatasan dan kawasan pelaku UMKM. Langkah tersebut dilakukan agar transaksi digital semakin mudah diakses seluruh lapisan masyarakat, sekaligus mendukung percepatan inklusi keuangan dan pertumbuhan ekonomi digital di Kalimantan Utara.

Hasiando berharap tren positif tersebut dapat terus meningkat melalui dukungan seluruh pihak, termasuk perbankan, pelaku usaha, pemerintah daerah, dan media massa dalam mengedukasi masyarakat terkait manfaat pembayaran digital.

“QRIS bukan hanya memudahkan transaksi, tetapi juga menjadi bagian dari transformasi ekonomi digital yang inklusif dan efisien bagi masyarakat Kalimantan Utara,” ungkapnya

Related Articles

Bagaimana Tanggapan Anda?....

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses