MALINAU, Metrokaltara.com – Semangat pemberdayaan keluarga dan perempuan menggema kuat di Ruang Tebengang Pemda Malinau, Selasa pagi (21/04/2026). Sekretaris Daerah Kabupaten Malinau, Dr. Ernes Silvanus, S.Pi., M.M., M.H., menghadiri puncak peringatan Hari Kesatuan Gerak PKK ke-54, HUT ke-46 Dekranasda, dan Hari Kartini Tahun 2026 yang berlangsung meriah namun sarat makna.
Peringatan ini bukan sekadar seremoni tahunan. Sejak beberapa waktu sebelumnya, rangkaian kegiatan telah digelar menyentuh langsung kehidupan masyarakat.
Mulai dari sosialisasi ke sekolah-sekolah, pelayanan posyandu, kunjungan ke Taman Bacaan Masyarakat (TBM), hingga pelatihan bagi para pengrajin lokal. Tak hanya itu, edukasi kesehatan, peningkatan kesiapsiagaan bencana dalam keluarga, olahraga bersama, hingga berbagai perlombaan turut mewarnai rangkaian kegiatan tersebut.
Dalam sambutannya, Sekda menegaskan bahwa gerakan PKK, Dekranasda, dan semangat Kartini memiliki posisi strategis dalam pembangunan daerah. Ketiganya menjadi pilar penting dalam memperkuat ketahanan keluarga, mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif, serta meningkatkan peran perempuan dalam berbagai sektor kehidupan.
“Momentum ini harus dimaknai sebagai penguatan peran perempuan dalam pembangunan. Bukan hanya sebagai pendamping, tetapi sebagai penggerak utama dalam menciptakan keluarga yang mandiri dan sejahtera,” tegasnya.
Tema Hari Kesatuan Gerak PKK tahun ini, “Kuatkan Sepuluh Program Pokok PKK, Laksanakan Asta Cita, dan Wujudkan Indonesia Emas 2045,” menjadi penegasan arah gerakan. PKK diharapkan terus menjadi ujung tombak dalam membangun kualitas keluarga, baik dari aspek kesehatan, pendidikan, hingga ekonomi.
Namun di balik semarak kegiatan, terselip catatan serius yang menjadi perhatian bersama. Isu stunting masih menjadi tantangan nyata di sejumlah wilayah. Bahkan, dalam pemaparan kegiatan disebutkan terdapat satu desa dengan angka stunting mencapai 80 persen—sebuah kondisi yang dinilai sangat memprihatinkan.
Pemerintah daerah pun tidak tinggal diam. Upaya konkret disiapkan, mulai dari pengalokasian anggaran khusus hingga penguatan edukasi masyarakat terkait pentingnya gizi seimbang dan pola asuh anak. Penanganan stunting diposisikan sebagai prioritas, sejalan dengan komitmen meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak usia dini.
Di sisi lain, Dekranasda diharapkan semakin berperan sebagai motor penggerak ekonomi kreatif daerah. Melalui pelatihan dan pendampingan, para pengrajin lokal didorong untuk meningkatkan kualitas produk sekaligus memperluas akses pasar, baik di tingkat regional maupun nasional.
Semangat Kartini yang diusung dalam peringatan ini juga menjadi inspirasi kuat bagi perempuan Malinau. Perempuan didorong untuk terus berkarya, mandiri, dan berani mengambil peran strategis dalam pembangunan daerah.
Kegiatan ini sekaligus menjadi refleksi penting bahwa pembangunan tidak bisa berjalan sendiri. Diperlukan kolaborasi erat antara pemerintah, PKK, Dekranasda, serta seluruh elemen masyarakat.
Dengan sinergi tersebut, Kabupaten Malinau diharapkan mampu melangkah lebih maju, mandiri, dan sejahtera, dengan perempuan sebagai salah satu kekuatan utamanya. (rko)



