Rapimwil I PWPM Kaltara Berakhir, Berikut Hasil Rekomendasi Strategis Menuju Musywil 

by Suiman Namrullah

TARAKAN – Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) I Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah (PWPM) Kalimantan Utara resmi berakhir setelah berlangsung selama dua hari, pada 29–30 Juli 2026. Kegiatan yang dibuka di Gedung Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) Perwakilan Kalimantan Utara tersebut menghasilkan beberapa rekomendasi strategis sebagai arah organisasi menjelang Musyawarah Wilayah (Musywil).

Rapimwil I dibuka langsung oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah, Dzulfikar Ahmad Tawalla. Dalam arahannya, ia mengajak seluruh kader Pemuda Muhammadiyah untuk terus mengambil peran aktif dalam pembangunan bangsa melalui kontribusi nyata di berbagai bidang kehidupan. Ia juga menekankan pentingnya memperkuat kapasitas organisasi agar mampu menjawab tantangan zaman dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

Rapimwil diikuti oleh perwakilan lima Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) se-Kalimantan Utara, yakni Kota Tarakan, Kabupaten Bulungan, Kabupaten Malinau, Kabupaten Tana Tidung, dan Kabupaten Nunukan. Forum tersebut menjadi wadah evaluasi organisasi sekaligus menyusun langkah strategis menjelang berakhirnya masa kepengurusan PWPM Kalimantan Utara.

Melalui forum musyawarah, peserta Rapimwil menyepakati lima rekomendasi, yaitu memperkuat konsolidasi internal organisasi, melakukan evaluasi dan pendampingan kepada seluruh pimpinan daerah, menetapkan PDPM Kabupaten Tana Tidung sebagai tuan rumah Musyawarah Wilayah (Musywil) Ke-III Pemuda Muhammadiyah Kalimantan Utara, memperkuat gerakan diaspora kader, serta mendorong organisasi memberikan perhatian terhadap berbagai persoalan kepemudaan di Kalimantan Utara.

Ketua PWPM Kalimantan Utara, Asnawir, mengatakan Rapimwil I menjadi momentum penting untuk memperkuat soliditas organisasi sekaligus menyamakan arah gerak seluruh jajaran Pemuda Muhammadiyah di daerah.

“Rapimwil ini bukan hanya forum evaluasi, tetapi juga menjadi ruang konsolidasi untuk memastikan seluruh pimpinan daerah memiliki semangat dan visi yang sama dalam membangun organisasi. Rekomendasi yang dihasilkan akan menjadi pedoman bersama dalam menyelesaikan program kerja hingga pelaksanaan Musyawarah Wilayah mendatang,” ujar Asnawir.

Menurutnya, seluruh kader diharapkan terus meningkatkan peran dan kontribusi di tengah masyarakat dengan tetap berpegang pada nilai-nilai Islam berkemajuan yang menjadi karakter Pemuda Muhammadiyah.

“Kami ingin kader Pemuda Muhammadiyah hadir sebagai solusi di tengah masyarakat, mampu berkolaborasi dengan berbagai pihak, serta memberikan kontribusi nyata dalam pembangunan daerah, khususnya di Kalimantan Utara,” katanya.

Asnawir menambahkan, hasil Rapimwil I menjadi komitmen bersama untuk memperkuat organisasi sekaligus mempersiapkan pelaksanaan Musyawarah Wilayah secara lebih matang, sehingga mampu melahirkan kepemimpinan yang adaptif, progresif, dan siap menghadapi tantangan ke depan.

Dengan berakhirnya Rapimwil I, PWPM Kalimantan Utara berharap seluruh rekomendasi yang telah disepakati dapat ditindaklanjuti oleh jajaran pimpinan wilayah maupun pimpinan daerah sebagai bagian dari upaya memperkuat organisasi dan meningkatkan kontribusi Pemuda Muhammadiyah bagi pembangunan Kalimantan Utara dan Indonesia.

Related Articles

Bagaimana Tanggapan Anda?....

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses