TANA TIDUNG, Metrokaltara.com – Matahari pagi baru saja naik, menyapu Halaman SDN 001 Tana Tidung dengan cahaya keemasan. Namun keramaian sudah lebih dulu memenuhi halaman itu. Para guru dan pelajar dari berbagai kecamatan tampak hilir-mudik, menata perlengkapan, mengenakan jersey kebanggaan, dan menampilkan semangat yang terasa menghangatkan suasana Senin (24/11/2025).
Di tengah riuh rendah suara peserta dan deretan spanduk warna-warni, hadir Sekretaris Daerah Kabupaten Tana Tidung, H Hersonsyah, ST., yang menjadi pusat perhatian begitu memasuki area kegiatan. Langkahnya disambut hangat para pendidik, seolah menguatkan pesan bahwa Porsenijar PGRI bukan sekadar ajang perlombaan, tetapi juga perayaan kebersamaan komunitas pendidikan di Bumi Upun Taka.
Tidak hanya itu, kehadiran Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Utara yang juga Bunda PAUD dan Bunda Literasi Kabupaten Tana Tidung, Vamelia Ibrahim, SE., memberi warna tersendiri. Ia tampak menyapa para kontingen, sesekali berbincang dengan peserta yang tengah menunggu giliran tampil. Turut hadir pula Plt Kepala Dinas Pendidikan Arman Jauhari, Ketua PGRI Kabupaten Tana Tidung, para kepala sekolah se-kabupaten, serta ratusan peserta dari berbagai kecamatan yang membawa harapan masing-masing.
Sebelum membuka kegiatan, Sekretaris Daerah Tana Tidung H. Hersonsyah membacakan sambutan resmi Bupati Tana Tidung, Ibrahim Ali. Suasana seketika menjadi lebih hening—para peserta, wasit, dan pendamping mendengarkan dengan penuh perhatian.
“Melalui kegiatan ini, saya berharap para peserta dapat menunjukkan kemampuan terbaiknya dalam bidang olahraga dan seni,” ucap Sekda mengutip pesan Bupati.
“Sehingga dapat menjadi inspirasi bagi dunia pendidikan di Kabupaten Tana Tidung. Porsenijar juga menjadi sarana untuk menyalurkan bakat dan minat yang dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia di daerah kita.”
Kalimat demi kalimat itu seperti meneguhkan kembali peran guru dan pelajar sebagai fondasi masa depan. Tidak sedikit peserta yang mengangguk pelan, seolah menyimpan tekad untuk memberikan penampilan terbaik bagi kecamatan mereka.
Bupati melalui Sekda juga menyampaikan pesan penting mengenai nilai yang harus dijunjung di setiap pertandingan.
“Saya mengajak seluruh peserta untuk mengikuti kegiatan ini dengan penuh semangat, sportifitas, dan kebersamaan.”
Sontak tepuk tangan membahana ketika Sekda menutup sambutan dan secara resmi membuka Porsenijar PGRI 2025. Beberapa peserta tampak saling menyemangati, pelatih memberi arahan terakhir, dan panitia mulai menyiapkan arena lomba.
Dari kejauhan, sorak sorai supporter siswa mulai terdengar, menyatu dengan dentingan alat musik seni yang ikut diperlombakan. Porsenijar tahun ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menjadi ruang aktualisasi diri, hiburan, sekaligus wadah mempererat tali silaturahmi antar pendidik dan pelajar di Tana Tidung.
Seiring dibukanya kegiatan resmi, harapan besar meluncur bersama langkah para peserta bahwa setiap pertandingan, setiap gerakan seni, dan setiap kerja sama yang terjalin hari itu akan menjadi bagian kecil yang memperkaya kualitas pendidikan di Kabupaten Tana Tidung. (rko)



