Setelah Setahun, Pemkab Malinau Kembali Laksanakan Apel Pagi

by Redaksi Kaltara
  • Selama Pandemi Covid 19, Apel Pagi di Tiadakan

Malinau, MK – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malinau kembali menggelar apel pagi yang dilaksanakan halaman Kantor Bupati Malinau, pada Senin (05/04).

“Ini merupakan rutinitas kita karena terakhir kita apel itu tanggal 16 atau 17 Maret 2020. Dengan berjalannya waktu yang cukup panjang selama penanganan Covid-19, dimana kita melihat fenomena ini sudah melanda tetapi bukan berarti kita lalai dalam penanganannya,” ujar Sekretaris Daerah Dr. Ernes Silvanus, S.Pi, MM dalam arahannya saat menjadi pembina apel.

“Mungkin teman-teman bertanya mengapa kita kembali apel. Ini di dasari pada saat kami berkunjung ke provinsi untuk pelantikan Bupati Malinau Dr. Topan Amrullah, S.Pd, M.Si, saya sempat berdiskusi dengan Wakil Gubernur,” imbuhnya.

Lebih lanjut, beliau (Wagub) sampaikan di sini (pemerintah provinsi) tetap melaksanakan apel dan senam pagi.

“Dan saya lihat aktivitas di sana sangat normal artinya tinggal bagaimana kita yang mengatur,” ucapnya.

Melihat situasi ini kata Dr. Ernes, setelah acara kemarin ia mengumpulkan rekan-rekan Kepala OPD untuk membahas seperti apa pemerintahan kedepan. Pertama untuk pengendalian staf, kedua penanganan Covid-19 yang tidak diketahui kapan akan berakhir. Sementara belajar tatap muka akan segera dilaksanakan sekitar bulan Juni mendatang.

“Anak sekolah saja bisa, masa kita tidak bisa. Jadi kemarin kami coba diskusi dengan teman-teman tentang apel pagi, kemudian tempat parkir dan tentang beberapa hal sehubungan dengan aktivitas kita ke depan,” ujarnya.

“Jadi kesimpulannya apel pagi tetap kita laksanakan 1 minggu sekali, setiap Senin. Apel ini kita butuhkan untuk pengarahan, pengendalian terhadap program-program satu pekan ke depan. Mungkin ada hal-hal yang perlu kita sampaikan, ini bisa disampaikan pada saat apel dan kita bisa mendapat informasi itu,” imbuhnya. (yan/red)

Related Articles

Bagaimana Tanggapan Anda?....

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: