Sinergi UBT dan Wagub Kaltara Perkuat Pengembangan SDM Berbasis Kearifan Lokal

by Suiman Namrullah

TARAKAN — Rektor Universitas Borneo Tarakan (UBT), Prof. Dr. Yahya Ahmad Zein, S.H., M.H., menerima kunjungan Wakil Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara), Ingkong Ala, S.E., M.Si., di Gedung Rektorat UBT, Tarakan, Rabu (5/3/26).

Pertemuan tersebut membahas penguatan sinergi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi dalam pengembangan sumber daya manusia (SDM), khususnya di wilayah perbatasan Kalimantan Utara.

Dalam kesempatan itu, Rektor UBT menyampaikan bahwa saat ini Universitas Borneo Tarakan memiliki 35 program studi yang terus berkembang. Beberapa program studi strategis juga sedang dipersiapkan dan dikembangkan, di antaranya Program Studi Psikologi, Kedokteran, dan Hukum Bisnis.

Menurutnya, UBT juga berkomitmen memberikan kesempatan yang lebih luas kepada putra-putri daerah Kalimantan Utara untuk mengenyam pendidikan tinggi.

“Komitmen tersebut salah satunya diwujudkan melalui kebijakan afirmasi nilai dalam seleksi mandiri. Kebijakan ini berdampak pada tingginya jumlah mahasiswa lokal yang mencapai 94,11 persen pada tahun 2025,” ujar Yahya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Kalimantan Utara, Ingkong Ala, menyampaikan apresiasi terhadap kontribusi Universitas Borneo Tarakan dalam mencetak SDM daerah.

Ia menilai keberadaan UBT memiliki peran strategis dalam meningkatkan kualitas pendidikan masyarakat, khususnya di wilayah perbatasan dan daerah pedalaman di Kalimantan Utara.

Pertemuan tersebut juga membahas peluang kerja sama melalui program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL). Program ini memberikan kesempatan bagi tenaga kerja yang telah memiliki pengalaman kerja untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang sarjana dengan masa studi yang lebih singkat.

Melalui kerja sama tersebut, diharapkan UBT dapat terus berperan sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan sekaligus mendukung peningkatan kapasitas sumber daya manusia di Kalimantan Utara. (*)

Related Articles

Bagaimana Tanggapan Anda?....

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses