TARAKAN – Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Utara dari Daerah Pemilihan Tarakan, Supa’ad Hadianto, meminta percepatan pembangunan ruang belajar di SMKN 4 Tarakan menyusul laporan bahwa sebagian siswa masih belajar di bangunan yang sebelumnya digunakan sebagai gudang.
Pernyataan itu disampaikan Supa’ad di sela kegiatan reses masa persidangan II Tahun 2026 di Perumahan Intraca, RT 10, Kelurahan Juata Permai, Kecamatan Tarakan Utara, Selasa (17/2/26).
Menurut Supa’ad, pendidikan jenjang SMA dan SMK menjadi kewenangan pemerintah provinsi sehingga DPRD memiliki fungsi pengawasan terhadap pemenuhan sarana pendidikan.
“Kalau proyek pembangunan ruang belajar itu sudah masuk dalam LPSE, berarti anggarannya semestinya tersedia. Tinggal menunggu proses tender dan penetapan pemenang lelang,” ujarnya.
Ia mengatakan informasi yang diterimanya menunjukkan proyek tersebut sempat terkendala waktu pada APBD Perubahan sehingga belum terealisasi. Karena itu, Komisi IV DPRD Kaltara berencana meminta penjelasan kepada Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Utara setelah masa reses berakhir.
“Setelah masa reses berakhir tanggal 22, kami di Komisi IV akan menjadwalkan rapat dengan Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Utara untuk mendorong percepatan pembangunan ruang belajar tersebut,” katanya.
Supa’ad menilai ruang belajar yang layak merupakan kebutuhan mendesak karena berkaitan langsung dengan kualitas proses pembelajaran dan keselamatan siswa. Ia juga menyatakan Komisi IV akan menelusuri posisi anggaran pembangunan ruang belajar dalam APBD Murni 2026.
Rapat koordinasi nantinya direncanakan melibatkan Cabang Dinas Pendidikan Tarakan dan Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Utara. Menurutnya, langkah itu penting agar penanganan persoalan dilakukan secara terbuka dan transparan.
Selain menindaklanjuti kondisi di SMKN 4 Tarakan, Komisi IV juga berencana memantau sarana pendidikan di kabupaten dan kota lain di Kalimantan Utara untuk memastikan fasilitas sekolah memenuhi standar kelayakan.
“Jangan sampai kita bicara kemajuan daerah, tapi anak-anak kita masih belajar di ruang yang tidak semestinya,” ujar Supa’ad.

