BBM Langka, Antrian Capai Tiga Kilometer

by Metro Kaltara

bbm-langkah-BulunganTanjung Selor, Metrokaltara.com – Antrian panjang mobil dan motor hingga mencapai tiga jalur utama di Kota Tanjung Selor,  Ibukota Propinsi Kalimantan Utara kembali  terjadi, langkanya dan berkurangnya kuota bahan bakar minyak (BBM) jenis solar, premium dan pertamax menjadi penyebab utama terjadinya antrian.

Suasana antrian  kendaraan roda dua dan roda empat di SPBU menjadi pemandangan rutin setiap harinya, bagi  masyarakat Tanjung Selor Ibukota Propinsi termuda ini, antrian panjang mengular  mencapai hingga  tiga kilometer serta  memakan  separuh  badan  jalan  protol Katamso, jalan Sengkawit dan jalan Mangga, antrian ini sanggat mengganggu lalu lintas jalan hingga menimbulkan kemacetan.

Salah seornag sopir angkot, Badaruddin mengatakan, seharusnya pemerintah daerah memperhatikan kebutuhan masayarak terkait penggunaan BBM bersubsidi mengingat antrian panjang seperti ini bukan pertama kalinya terjadi di Kota Tanjung Selor.

”Seharusnya pemerintah serius menangani kasus ini, antrian panjang seperti ini sudah lama terjadi, pemerintah daerah Kabuapten dan Provinsi seharusnya cepat tanggap melihat situsi ini, jangan dibiarkan berlarut-larut” ungkap Badar.

Menurutnya Kota Tanjung Selor yang di pimpin dua Kepala Daerah (Bupati dan Pj Gubernur-Red) sudah tidak seharusnya mengalami kelangkaan BBM,  pemerintah dan pihak terkait termasuk kepolisian harus turut andil untuk mengakhiri kebuntuan langkanya BBM di Kabupaten Bulungan.

Ironis memang tapi inilah kenyataan yang dialami warga, Tanjung Selor yang beribukota provinsi Kalimantan Utara dan Kabupaten Bulungan hanya memiliki satu SPBU, hal ini menjadi rebutan masyarakat  ditambah sering terlambatnya kedatangan pasokan BBM dari depot Pertamina Tarakan melalui  laut dan sungai.

”SPBU buka hanya sepuluh jam tiap harinya dari jam tujuh sampai jam lima sore, bahkan karena terbatasnya kuota SPBU hanya sampai jam sebelas siang kemudian tutup lantaran persedian BBM habis” Ungkap pengendara  motor, Haris.

Haris berharap Pemerintah Daerah untuk serius mengusut langkanya BBM di Provinsi Kalimantan Utara, warga juga meminta pemerintahan Jokowi-JK untuk mencabut subsidi BBM, warga menilai terjadinya antrian panjang di SPBU diakibatkan adanya perbedaan harga antara bbm subsidi dengan non subsidi yang begitu signifikan sehingga para pelaku industri banyak yang ikut antri memborong BBM subsidi di SPBU.

Sementara penjual bensin eceran sejak bulan September di Kota Tanjung Selor dilarang untuk berjualan karena dinilai penyebab antrian yang terjadi dua tahun ini, namun terbukti antrian makin panjang dan persediaan BBM tetap sering kosong, masyarakat dan sopir sering mendorong kendaraannya ke SPBU untuk diisi karena tidak ada lagi penjual eceran yang berjualan.

Reporter: Mohamad Isya

Editor: Muhammad Reza R.

Related Articles

1 comment

Fuad Oktober 24, 2014 - 11:30 am

Pemimpin daerah ini semua pada sibuk politik pencitraaan

Reply

Bagaimana Tanggapan Anda?....

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.