BPD HIPMI Kalimantan Utara Sampaikan Pandangan Umum pada SDP XVIII di Makassar

by Suiman Namrullah

MAKASSAR – Badan Pengurus Daerah (BPD) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Kalimantan Utara menyampaikan pandangan umum dalam Sidang Dewan Pleno (SDP) XVIII Tahun 2026 yang digelar di Makassar, Minggu-Senin (15-6/2/26).

Pandangan umum tersebut disampaikan oleh Ketua Umum BPD HIPMI Kalimantan Utara, Ade Kurniawan, di hadapan jajaran pengurus pusat HIPMI, para Ketua BPD HIPMI se-Indonesia, serta seluruh peserta sidang.

Ade Kurniawan menyampaikan bahwa Sidang Dewan Pleno merupakan forum strategis untuk menyatukan visi antara pengurus pusat dan daerah, sekaligus menjembatani kebijakan nasional dengan implementasi di daerah.

“Sidang Dewan Pleno ini menjadi momentum penting untuk menyelaraskan arah gerak organisasi. Forum ini memastikan agar program kerja yang dirumuskan di tingkat pusat dapat berjalan efektif dan memberikan dampak nyata bagi pengusaha di daerah,” ujar Ade Kurniawan.

Ia menambahkan, hasil pembahasan dalam SDP XVIII akan menjadi landasan penting dalam Musyawarah Nasional HIPMI yang akan digelar dalam waktu dekat.

“Kami berharap Musyawarah Nasional HIPMI ke depan tidak hanya menjadi agenda pergantian kepemimpinan, tetapi benar-benar menjadi forum strategis dalam menentukan arah kebijakan dan masa depan organisasi secara menyeluruh,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, BPD HIPMI Kalimantan Utara menyampaikan sejumlah aspirasi, di antaranya mendorong pembangunan pabrik hilirisasi di sektor pertanian dan perikanan. Menurut Ade, Kalimantan Utara memiliki potensi besar pada komoditas kelautan seperti udang, ikan budidaya, dan rumput laut yang perlu didukung dengan kebijakan hilirisasi yang konkret.

“Kami memiliki potensi besar di sektor kelautan dan perikanan. Namun tanpa dukungan hilirisasi yang memadai, nilai tambah ekonomi tersebut belum bisa dirasakan secara optimal oleh pengusaha daerah,” jelasnya.

Selain itu, Ade Kurniawan juga menekankan pentingnya akses pembiayaan usaha dengan bunga rendah, khususnya di kisaran dua persen, guna meringankan beban pengusaha muda.

“Permodalan masih menjadi tantangan utama. Akses kredit dengan bunga rendah akan sangat membantu pengusaha muda untuk bertahan dan berkembang, terutama di daerah,” ungkapnya.

BPD HIPMI Kalimantan Utara juga mendorong agar satuan tugas di tingkat Badan Pengurus Pusat HIPMI lebih aktif turun ke daerah untuk melakukan sosialisasi program, serta membuka ruang kaderisasi khusus bagi Aparatur Sipil Negara agar dapat berkontribusi di HIPMI sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Menutup pernyataannya, Ade Kurniawan menegaskan komitmen BPD HIPMI Kalimantan Utara untuk mengawal seluruh keputusan yang dihasilkan dalam SDP XVIII.

“Kami berkomitmen untuk menjaga dan mengimplementasikan setiap keputusan Sidang Dewan Pleno secara konsisten dan berkelanjutan demi kemajuan HIPMI dan pengusaha muda di seluruh Indonesia,” pungkasnya.

Related Articles

Bagaimana Tanggapan Anda?....

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses