Bupati dan Bunda PAUD Satukan Langkah untuk Guru Berkualitas di Tana Tidung

by Isman Toriko

TANA TIDUNG, Metrokaltara.com – Pendopo Djaparudin berubah menjadi ruang penuh warna dan semangat. Di wajah-wajah para guru PAUD yang datang dari berbagai desa, tampak gurat kebanggaan sekaligus harapan. Ada yang sibuk merapikan jilbab, ada yang berdiri sembari menggenggam karya murid mereka—semuanya datang dengan satu tujuan merayakan dedikasi yang sering luput dari sorotan.

Di sinilah Apresiasi Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Tahun 2025 digelar, sebuah momen yang tidak hanya menjadi seremoni, tetapi perayaan hati. Lebih dari 200 guru PAUD duduk berdampingan, saling berbagi cerita dan pelukan hangat seperti keluarga besar yang sudah lama tidak bertemu.

Saat Bupati Tana Tidung Ibrahim Ali memasuki ruangan bersama Bunda PAUD, riuh tepuk tangan pecah. Ada rasa dihargai di mata para guru—mereka jarang diberi panggung sebesar ini.

Dalam sambutannya, Bupati berbicara bukan hanya sebagai kepala daerah, tapi sebagai seorang ayah yang memahami betapa beratnya tugas para guru PAUD.

“Peningkatan sumber daya manusia yang berkualitas harus dimulai dari pendidikan yang berkualitas. Hari ini kita bersyukur, karena prestasi para guru dan Bunda PAUD Tana Tidung sudah terlihat nyata,”ucapnya dengan nada lembut namun tegas.

Setiap kata seolah menjadi penguat bagi para guru yang selama ini bekerja dalam senyap.

Di kesempatan berikutnya, Vamelia, Bunda PAUD Tana Tidung, menyampaikan ucapan selamat Hari Guru. Meski peringatannya sudah lewat, ia mengaku bahwa bagi dirinya, guru tidak pernah benar-benar lewat dari hati.

Dengan suara bergetar, ia memaparkan tiga program unggulan yang telah berjalan:

Guru Sejahtera, melalui insentif dari dinas dan desa.

Guru Sarjana, menyediakan beasiswa S1 hingga S2 untuk meningkatkan kualifikasi.

Guru Kompeten, lewat rangkaian pelatihan intensif di dalam maupun luar daerah.

Program-program itu bagai jembatan yang membawa guru PAUD menuju masa depan yang lebih cerah.

Momen haru berlanjut ketika Bupati dan Bunda PAUD meluncurkan dua Buku Inovasi PAUD—hasil karya guru dan kepala PAUD berprestasi. Tak banyak yang tahu, proses menyusun buku ini membutuhkan malam-malam panjang dan perjalanan sunyi penuh dedikasi.

Kini karya mereka tidak hanya dipajang di rak sekolah, tetapi sudah terdaftar di Perpustakaan Nasional dan memiliki Hak Kekayaan Intelektual. Sebuah capaian yang membuat beberapa guru tampak menyeka air mata bangga.

Tidak lengkap rasanya jika apresiasi guru tanpa kehadiran murid-murid kecil yang menjadi alasan mereka bertahan. Lewat gelar karya kreatif, anak-anak menunjukkan hasil belajar mereka—lukisan sederhana, prakarya warna-warni, dan pertunjukan kecil yang membuat ruangan mencair oleh tawa.

Para guru berdiri di belakang mereka, menyaksikan karya kecil namun bermakna itu dengan mata berbinar.

Sebagai penutup, suasana berubah lebih tenang namun sarat makna saat Prof. Dr. Dra. Hj. Gunarti Dwi Lestari, M.Si, Guru Besar Universitas Negeri Surabaya, menyampaikan materi Guru Excellent menuju PAUD Unggul. Ia tidak hanya memberi teori, tetapi membagikan pengalaman hidup yang membuat para guru mengangguk berulang-ulang.

Dan ketika kegiatan usai, para guru melangkah keluar Pendopo dengan hati yang sedikit lebih hangat, pundak yang terasa lebih ringan, dan keyakinan bahwa mereka tidak berjalan sendiri. (rko)

Related Articles

Bagaimana Tanggapan Anda?....

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses