DPRD Tana Tidung Desak PLN Benahi Layanan: Listrik Tak Stabil, Pemadaman Mendadak Rugikan Warga

by Isman Toriko

TANA TIDUNG, Metrokaltara.com – Sorotan tajam terhadap kualitas layanan kelistrikan di Kabupaten Tana Tidung mengemuka dalam kunjungan kerja dan rapat koordinasi bersama manajemen , Rabu (12/2/2026). Forum ini menjadi ruang terbuka bagi wakil rakyat menyampaikan deretan persoalan yang dinilai semakin mendesak karena berdampak langsung pada aktivitas ekonomi dan kehidupan sehari-hari masyarakat.

Pertemuan berlangsung dinamis. Satu per satu anggota DPRD memaparkan kondisi riil di lapangan—mulai dari desa yang belum teraliri listrik, tegangan tidak stabil, hingga pemadaman tanpa pemberitahuan yang dinilai merugikan warga.

H. Syahrul mengangkat persoalan wilayah Kasai yang tengah bersiap dimekarkan, namun hingga kini belum memiliki akses jaringan listrik. Ia menegaskan, pelayanan dasar seperti listrik harus hadir sejak awal agar pembangunan desa tidak berjalan timpang.

DPRD pun meminta memberi dukungan melalui program Listrik Desa, sehingga masyarakat di wilayah baru tidak tertinggal dalam akses energi.

Keluhan berbeda datang dari wilayah Betayau. Gafar menyebut tegangan listrik yang kerap naik-turun membuat warga khawatir karena berpotensi merusak peralatan elektronik. DPRD meminta pendataan detail titik gangguan agar perbaikan dapat dilakukan secara tepat sasaran.

Masalah serupa juga disampaikan Hasan dari wilayah Badan Bikis. Selain tegangan redup, ia menyoroti tiang listrik miring yang membahayakan pengguna jalan. Dampak ekonomi pun terasa, terutama bagi pelaku usaha cold storage yang mengalami kerugian akibat pemadaman mendadak.

Bakti menilai pemadaman listrik tanpa pemberitahuan di wilayah Sesayap sudah terlalu sering terjadi, baik bersifat sementara maupun permanen. Kondisi ini menyebabkan kerusakan perangkat elektronik warga.

Anggota Dewan KTT, Saat Melakukan Pertemuan Bersama PT PLN Persero UP3 Berau

Di Sesayap Ilir, khususnya Gunung Harapan, pemadaman sebagian juga kerap terjadi. DPRD mendesak penebangan pohon yang mengganggu jaringan serta peningkatan sistem notifikasi kepada masyarakat.

Sementara itu, Yapur menyoroti kebutuhan penambahan jaringan di Seputuk serta perluasan jaringan di kawasan Kapuak hingga Kilometer 8, karena masih ada rumah warga yang belum menikmati listrik.

Menanggapi berbagai masukan, PLN UP3 Berau memaparkan kondisi sistem kelistrikan Tana Tidung serta meminta DPRD menyampaikan surat resmi sebagai dasar pengusulan program, termasuk koordinasi dengan PLN ULP Malinau.

Pihak DPRD KTT Meminta Solusi Akibat Pemadaman Yang Sering Terjadi di Tana Tidung

PLN juga menekankan pentingnya data lokasi gangguan secara rinci agar tindak lanjut teknis lebih efektif. Selain itu, akan dioptimalkan grup komunikasi bersama stakeholder serta pemanfaatan aplikasi PLN Mobile untuk pelaporan gangguan.

Kepala Bagian Persidangan Sekretariat DPRD, Muhammad Ridwan, memastikan hasil kunjungan akan ditindaklanjuti melalui rekomendasi resmi. Ia menekankan pentingnya dokumentasi laporan masyarakat agar proses perbaikan berjalan sistematis dan akuntabel.

“DPRD tidak hanya menyampaikan aspirasi, tetapi juga memastikan setiap usulan dilengkapi data pendukung agar bisa diproses sesuai mekanisme,” ujarnya.

Di lapangan, keluhan warga masih terus bermunculan. Prasetyo mengaku listrik di lingkungannya sering padam pada tengah malam, menyebabkan peralatan rumah tangga rusak.

Padam Listrik Yang Tiba Tiba, Membuat Pengusaha Cafe Kesal

“Kulkas saya sampai tidak mau dingin karena listrik sering turun naik,” keluhnya.

Hal senada disampaikan Rendi yang mengaku kesal dengan pemadaman berulang dalam waktu singkat.

“Baru nyala, mati lagi. Warga sudah banyak dirugikan,” katanya.

Melalui rapat ini, DPRD menegaskan akan terus mengawal perbaikan layanan kelistrikan sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas ekonomi, kenyamanan masyarakat, serta mendorong pemerataan pembangunan di Kabupaten Tana Tidung. (rko)

Related Articles

Bagaimana Tanggapan Anda?....

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses