Gubernur Kaltara Harus Yang Berpengalaman

by Metro Kaltara

JAKARTA, MK – Hasil Survei Indonesia Development Monitoring memperlihatkan figur ideal Gubernur Provinsi Kalimantan Utara memiliki kriteria berpengalaman di pemerintahan atau birokrasi. Demikian disampaikan oleh Direktur Eksekutif Indonesia Development Monitoring, Fahmi Hafel dalam siaran pers yang diterima wartawan terkait hasil survei opini publik  mengukur popularitas, kredibilitas dan akseptabilitas calon Gubernur Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara).

“Sebanyak 27,8% memilih figur yang berpengalaman dalam birokrasi, merakyat 9,9%, memiliki kemampuan memimpin 8,1%, jujur dan bersih serta bebas KKN 6,4%, berwibawa dan bijaksana 5,4%, dermawan 4,4%, sudah banyak dikenal 3,6%, pandai dan berwawasan luas 2,9%, putra daerah 2,5%, tegas 1,8% dan dapat merangkul semua kalangan 1,8%,” demikian disebut Fahmi.

Sedangkan untuk figurnya, menurut Fahmi ada sembilan tokoh di Kalimantan Utara yang disurvei lembaganya. Sembilan tokoh ini diantaranya; Anang Dachlan Djauhari, Jusuf SK, Budiman Arifin, Irianto Lambire, Martin Billa, Ibrahim Saleh, Ince A Rifai, Dicky Wainal Usman dan Abdul Hafid Ahmad.

Berdasarkan elektabilitasnya, lanjut Fahmi, figur yang paling banyak dipilih adalah Anang Dachlan Djauhari dengan prosentase sebesar 38,6 persen. Setelahnya ada Jusuf SK dengan 14,8%, kemudian Budiman Arifin 7,2% pemilih, Martin Billa dengan 5,4% dan paling bawah ditempati oleh Irianto Lambire dengan 5,2%.

“Kondisi saat ini menunjukkan bahwa tingkat popularitas tokoh Kaltara dipegang oleh Anang Dachlan. Sedangkan Jusuf Sk, Budiman Arifin, Irianto Lambire dan Martin Billa bersaing dengan ketat dibelakangnya,” katanya lagi.

Namun demikian dalam akhir paparannya, Fahmi mengingatkan bahwa jumlah responden yang belum mantab dengan pilihannya masih cukup besar.

“Kemungkinan sebagian besar responden yang belum mantap dengan pilihannya masih menunggu visi, misi dan program yang ditawarkan calon gubernur,” tukasnya.

Sedianya, Pemilihan Kepala Daerah di Kalimantan Utara akan dilaksanakan pada 9 Desember  2015 mendatang.
Survei IDM sendiri, merupakan survei dengan mewawancarai atau tatap muka langsung dengan responden menggunakan kuesioner yang dilakukan pada 12 hingga 26 Juni 2015. Metode menentukan responden, menggunakan teknik multistage random sampling berdasarkan jumlah penduduk tahun 2013 yang berjumlah 425.720 jiwa, jumlah kabupaten/kota 5.

“Jumlah populasi Kaltara didasarkan pada Daftar Pemilih Tetap (DPT) saat Pilpres 2014 adalah 425.720 jiwa. Sehingga didapati jumlah responden yang digunakan sebanyak 1.168 orang responden dan sebaran responden yang proposional di 16 Kecamatan, 130 Kelurahan/Desa dengan tingkat kepercayaan 98% dan Margin of Error kurang lebih 3,4%,” ujarnya lagi.(Lyn)

.

Related Articles

Bagaimana Tanggapan Anda?....

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.