Hadapi Pandemi, PKK Kaltara Gagas Pembinaan Virtual

by Muhammad Aras

TANJUNG SELOR, MK – Pandemi Covid-19 yang berdampak besar bagi kehidupan masyarakat dan mengakibatkan terjadinya penurunan pertumbuhan ekonomi, penambahan kemiskinan dan pengangguran yang kemudian mendorong keluarga sebagai bagian dari unit sosial menjadi ujung tombak dari berbagai kegiatan seperti program pendidikan formal, pengembangan ekonomi, dan pemutusan penularan covid-19 serta pusat kegiatan sosial saat ini .

Hal tersebut tentu mengakibatkan keluarga mengalami tekanan ekonomi, ketidaktahanan pangan, gejala stress dan gangguan kesejahteraan psikologis. Untuk itu, Tim Penggerak (TP) PKK Kalimantan Utara (Kaltara) menggagas kegiatan Pembinaan Secara Virtual (BEL PKK).

“Kegiatan ini merupakan kegiatan pembinaan 10 program pokok PKK, kunjungan dan sapa kader secara virtual yang disesuaikan dalam masa pandemi ini,” ungkap Hj Rita Ratina Irianto Lambrie, Ketua TP PKK Kaltara saat memberikan sambutan dalam kegiatan BEL PKK, Rabu (8/7).

Dengan diikuti oleh TP PKK desa/kelurahan/kecamatan/kabupaten/kota se-Kaltara, kegiatan ini diharapkan dapat membentuk kader PKK yang berperan aktif terhadap berbagai kegiatan, mampu memanfaatkan peluang yang ada, memiliki motivasi untuk terus maju dan berkembang, fokus pada hal-hal yang memungkinkan untuk diubah atau diperbaiki serta tidak mudah menyerah menghadapi kesulitan.

“Saya meminta agar informasi yang didapat dari kegiatan ini dapat disebar kepada masyarakat lainnya sehingga manfaat yang didapat menjadi lebih luas lagi,” tuturnya.

Melalui kegiatan ini Rita juga meminta agar gerakan PKK dapat menjadi wadah sekaligus agen penggerak dalam memfasilitasi, memediasi, mengkomunikasikan sekaligus menjadikan kelembagaan PKK sebagai aktor utama dalam mendorong partisipasi, mendayagunakan keswadayaan dan gotong royong, demi menciptakan kesejahteraan dan kemandirian masyarakat. “Saya berharap melalui lembaga ini dapat mewujudkan ketahanan keluarga, seperti keluarga yang sehat, ekonomi keluarga yang kuat, sandang pangan tercukupi, serta kearifan lokal indonesia berupa gotong royong dan kesetiakawanan yang terjaga,” tutupnya.(humas)

Related Articles

Bagaimana Tanggapan Anda?....

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: