TANA TIDUNG, Metrokaltara.com – Hujan yang turun sejak sore tak mampu meredam riuhnya sorak penonton di Arena Utama Festival Tari Kreasi Daerah Pesisir dan Pedalaman se-Kaltara, Jumat (21/11/2025) malam. Ribuan warga yang datang dari berbagai penjuru Tana Tidung tetap bertahan di bawah payung dan jas hujan, menanti momen pembukaan yang akhirnya secara resmi dibuka oleh Bupati Tana Tidung, Ibrahim Ali.
Begitu lampu-lampu panggung dinyalakan dan suara Budi Doremi mengalun, suasana langsung pecah. Tawa, teriakan, dan nyanyian bersama mewarnai malam pembuka festival, menjadikannya salah satu momen paling meriah di penghujung tahun 2025.
Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tana Tidung, Arman Jauhari, dalam laporannya menyebut bahwa gelaran tahun ini merupakan kali kedua festival tersebut diadakan. Antusiasme meningkat pesat—sebanyak 88 tim peserta dari lima kabupaten/kota se-Kaltara akan berkompetisi menampilkan tarian tradisional terbaik.
“Festival ini bukan sekadar lomba tari, tetapi ajang memperkuat identitas budaya pesisir dan pedalaman. Kita ingin generasi muda melihat bahwa kebudayaan itu hidup dan patut dibanggakan,” ujar Arman.
Rangkaian perlombaan dijadwalkan berlangsung mulai 22 hingga 27 November 2025, menampilkan ragam tarian khas suku Tidung dan Dayak yang menjadi etnik besar di Kaltara, khususnya di Tana Tidung. Namun festival juga turut menghadirkan keberagaman Nusantara melalui penampilan dari suku Banjar, Jawa, hingga Timur yang ikut memberikan warna tersendiri.
Untuk menambah semarak acara, Disdikbud Tana Tidung menyiapkan ratusan door prize berisi produk UMKM lokal. Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Tana Tidung juga menyediakan 99 tenda UMKM gratis bagi pelaku usaha lokal sebagai bentuk dukungan terhadap pertumbuhan ekonomi kreatif.
Bupati Ibrahim Ali dalam sambutannya menekankan bahwa festival ini menjadi simbol kebersamaan dan kebanggaan daerah.
“Ini adalah ruang kita menunjukkan kekayaan budaya, sekaligus wadah mempererat tali persaudaraan. Semoga festival ini terus berkembang setiap tahun,” tuturnya.
Meski festival dibuka Jumat malam, Arman menegaskan bahwa malam pertama sepenuhnya difokuskan untuk hiburan dari artis ibu kota. Perlombaan baru dimulai pada Sabtu (22/11/2025).
“Pembukaan malam ini kita khususkan untuk hiburan dari Budi Doremi. Begitu juga malam penutupan nanti, Charly Van Houten akan tampil tanpa ada perlombaan. Pembukaan dan penutupan memang kita desain sebagai malam hiburan untuk masyarakat,” jelasnya.
Dan benar saja, setelah Budi Doremi yang sukses menghangatkan suasana meski diguyur hujan, masyarakat kini mulai menanti penampilan Charly Van Houten yang akan mengguncang panggung pada malam penutupan festival.
Dengan perpaduan seni budaya dan hiburan musik nasional, Festival Tari Kreasi Daerah Pesisir dan Pedalaman se-Kaltara tahun ini diprediksi menjadi gelaran terbesar sepanjang sejarahnya. (rko)



