Mesranya Hubungan Malaysia dengan Suku Bugis

by Metro Kaltara

Mesranya Hubungan Malaysia dengan Makassa_003

 Oleh : Fahmi Syam Hafid

(Student Of International Islamic University Malaysia)

 

Nenek moyangku seorang pelaut peribahasa melayu yang menggambarkan tentang kehidupan nenek moyang kita yang menurut historical sejarah banyak berhasil mengelilingi daerah tempat baru didunia, dan itu juga yang diajarin dalam suku bugis sulawesi untuk mengembara dan merantau, dan itulah sebabnya orang bugis sangat terkenal dengan budayanya yang gemar berlayar dan merantau.

Sejak zaman berzaman orang Bugis terkenal sebagai perantau sehingga banyak catatan sejarah membuktikan kemampuan mereka sebagai perantau ulung ke seluruh dunia sehingga ke Austrlia, Madagascar dan Afrika Selatan. Konflik yang timbul sesama kerajaan Bugis pada abad 16, 17, 18 dan 19, menyebabkan meningkatnya jumlah orang Bugis yang merantau ke kawasan pesisir Nusantara seperti ke Malaysia, Filipina, Brunei dan Thailand.

Dan Malaysia pun tak luput dari salah satu tempat tujuan masyrakat bugis untuk merantau dan mengadu nasib diperantauan. Dikisahkan dalam sejarah melayu kuno bahwa masyrakat bugis lebih dahulu datang ke Malaysia sebelum Malaysia menerima kemerdekaan oleh british. Dan berdasarkan data dari pejabat imigrasi Malaysia daerah sabah bahwa disebutkan bahwa sekitar 70% warga Indonesia yang berada didaerah sabah Malaysia berasal dari etnik bugis sulawesi. Dan itu membuat masyarakat bugis yang mulai meneruskan keturunan melalui pernikahan bersama masyarakat melayu Malaysia.

BUDAYA DAN MASYARAKAT

Tersebarnya masyarakat sulawasi umumnya dan etnik bugis khususnya dimalaysia tidak sedikit memberi pengaruh yang cukup signifikan didalam peradaban Malaysia, baik dari segi politik, perekonomian dan pendidikan. Ini bisa terlihat dengan adanya beberapa perkampungan bugis sulawesi yang berada dimalaysia, salah satunya perkampungan bugis yang berada di Klang, johor,dan daerah sabat. yang mana diperkampungan ini dihuni hampir seluruh masyarakat bugis yang  berdomisili dimalaysia.

Dan dari perkampungan inilah masakan-masakan khas Sulawesi atau bugis sangat mudah untuk dijumpai,  Seperti coto Makassar yang terkenal dengan lezatnya, pallu basa, pallu butung, jalang kote dan lain sebagainya. Semua bisa ditemukan diperkampungan bugis tersebut.

Dan dilihat dari segi budaya, banyak sejarawan yang mengatakan bahwa kata PUAN yang sering dipakai oleh masyrakat melayu Malaysia, itu merupakan serapan dari kata PUANG yang berasal dari bahasa bugis. Didalam bahasa bugis makna PUANG merupakan sapaan penghormatan bagi orang yang sudah tua, sudah menikah atau yang lebih tua dari kita, dan begitu halnya juga penggunaan kata “PUAN” di Malaysia juga digunakan sebagai kata sapaan yang menunjukkan penghormatan yang tinggi terhadap seseorang baik dari segi pendidikan,umur dan lain sebagainya.

PENDIDIKAN

Berdasarkan data dari directur pejabat promosi pendidikan, kedutaan besar Malaysia, Darsham Daud mengatakan bahwa hampir 10.000 mahasiswa Indonesia menempuh pendidikannya di Malaysi. Dan begitu juga Malaysia pun ikut mengirim mahasiswa-mahasiswi nya untuk belajar di Indonesia.

Dan Sulawesi selatan menjadi salah satu tujuan para pelajar Malaysia untuk menimbah ilmu di Indonesia. Salah satu universitas yang terkenal memiliki banyak mahasiswa international termasuk Malaysia adalah universitas Hasanuddin yang terletak di ibukota Sulawesi selatan, Makassar.

Disamping belajar dengan menjadi mahasiswa di universitas yang berada di Makassar, para pelajar dari kedua Negara juga turut andil dalam beberapa program yang melibatkan kedua Negara, seperti dengan adanya mahasiswa Malaysia yang melakukan KKN (kuliah kerja nyata) di Universitas Hasanuddin Makassar, begitu juga mahasiswa Universitas Hasanuddin yang dikirim kemalaysia untuk melakukan studi kerja nyata.

Dan beberapa tahun ini belakangan ini pemerintah provinsi Sulawesi Selatan juga membuka peluang beasiswa pada jenjang master dan doctor untuk di berbagai bidang studi di beberapa universitas yang berada di Malaysia.

KERAJAAN

Sunguh sulit untuk memisahkan hubungan mesra antar melayu (Malaysia) dengan bugis (Sulawesi), itu bisa dilihat dengan keturunan-keturunan suku bugis yang berada di seantero Malaysia ini. Dan dapat dilihat tidak hanya masyrakat bugis biasa namun juga dapat para petinggi-petinggi Malaysia pun tidak sedikit yang berasal dan memiliki keturunan dari bugis sulawesi.

Tak jauh untuk memberikan contoh yang membuktikan bahwa bugis dan melayu itu satu dan saling berkaitan adalah Perdana meteri Malaysia ke 6 yaitu “Najib Razak” yang merupakan keturunan bugis Makassar. Bahkan dimana-mana Perdana Menteri Malaysia selalu menyebut kalau dalam dirinya mengalir darah Bugis-Makassar. Bahkan ketika melakukan pertemuan dengan Presiden RI yang kemarin, Susilo Bambang Yudoyono, Najid Tun Abdul Razak selalu mengatakan kalau ia keturunan Bugis Makassar.

Dalam satu wawancara Najib rajak mengatakan bahwa  Najib terasa pulang kampung saat menginjak tanah Makassar. Saya merasa pinang pulang kampung, sirih pulang kandang, karena garis keturunan saya adalah Makassar,” kata Datuk Najib saat pidato pemberian gelar Doktor Honoris Causa bidang ekonomi politik untuknya dari Universitas Hasanuddin (Unhas),(10/9/2007).

Dan selain dari pada perdana menteri yang sekarang yang memiliki keturunan bugis, terdapat juga dari raja-raja dimalaysia yang masih memiliki silsilah langsung dengan suku bugis atau merupakan keturunan bugis. Dan berdasarkan tinjauan arkeologi berkaitan tentang tinjauan keturunan raja-raja yang ada dimalaysia, dari 14 raja Malaysia, bahwa ada 9 raja yang merupakan keturunan Sulawesi atau lebih tepatnya keturunan Raja Bugis dari Kerajaaan Luwu, Sulawesi Selatan, diantaranya adalah raja Selangor dan raja johor.

Dan pada akhirnya sebuah pencerahan bagi kita semua bahwa hubungan serumpun memang harus dilestarikan dan diperjuangankan, karna pada hakikatnya dari segi kedekatan emosional, silsilah dan genesitas komunitas di Malaysia dan Indonesia tidak bisa dipisahkan. Hanya saja, belum bisa merambah ke persoalan politik karena ranah politik Malaysia berbeda dengan politik Indonesia termasuk mengenai tata pemerintahan dan kemasyarakatannya namun disisi budaya dan kemasyrakatan kita sama dan satu.

Related Articles

5 comments

malayan union Mei 23, 2016 - 11:05 pm

Bagi masyarakat Malaysia, Sulawesi amat dekat dengan kami..kerana secara genetiknya memang amat kuat dlm diri kami, walaupun kami hampir hilang identiti, tetapi Sulawesi tidak pernah kami lupakan..itu yg datuk nenek moyang kami selalu berpesan, kita Melayu tapi jgn lupa leluhur kita di sana (Sulawesi)..

Reply
Ardianto Agustus 7, 2016 - 4:12 am

Maaf Bung… yang ada riwayat pernah mengembara ke australia adalah pelaut makassar dibawah nauangan kerjaan gowa tallo yang aukunya adalah Makassar bukan Bugis… begitupun dengan ke srilangka dan Afsel adalah tuanta Salamaka” syekh yusuf al makassary, beliau adalah suku Makassar bukan Bugis… Suku Makassar banyak meninggalkan kampung karena tdk mau tunduk terhadap Belanda yg berhasil mengalahkan Makassar karena beraekutu dengan Bugis Bone.. tolong di garis bawahi Belanda bersekutu dengan Bugis Bone utk menaklukkan Makassar sehingga para pembesarnya banyak meninggalkan Makassar dan berpencar.. tabe”.

Reply
Muh. Haris Februari 8, 2019 - 7:19 am

Bedakan antara suku Bugis dan Makassar, tabe’ perdana menteri Malaysia itu keturunan suku Makassar bukan suku bugis. Tun Abdul Raza itu keturunan dari raja Gowa. Tabe’ jangan memberikan informasi yang tidak benar.

Reply
Muh. Haris Februari 8, 2019 - 7:21 am

Betul apa yang saudara katakan, yang ke Afrika selatan dan Madagaskar itu suku Makassar bukan suku Bugis.

Reply
Robi Februari 13, 2018 - 3:01 pm

Tabe puang bugis itu asal dari luwu dan bone bukan dari makassar karena suku bugis itu bermula dari luwu lalu bone dan mulai tersebar ke berbagai tempat di sulawesi jika mau tau buka sejarah lahirnya suku bugis

Reply

Bagaimana Tanggapan Anda?....

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: