NasDem Fokus Lahirkan Pemimpin Jujur Antikorupsi

by Muhammad Reza

TARAKAN- Partai NasDem memperingati Hari Antikorupsi dengan mengingatkan para kadernya pada slogan ‘Politik Tanpa Mahar’. NasDem sibuk membangun sosok jujur antikorupsi.

Wakil Ketua Umum DPP Partai NasDem Ahmad Ali seusai menghadiri Rapat Konsolidasi Partai NasDem Kalimantan Utara, di Tarakan, Kalimantan Utara

“Pada Hari Antikorupsi ini kita sampaikan, kita ingin berkontribusi. Kita tidak ingin membangun atau melahirkan pemimpin yang ketika hadir dia berpikir bagaimana mengembalikan utangnya,” kata Wakil Ketua Umum DPP Partai NasDem Ahmad Ali seusai menghadiri Rapat Konsolidasi Partai NasDem Kalimantan Utara, di Tarakan, Kalimantan Utara,Ā  Senin (9/12).

Ali mengatakan mahar dalam politik hanya akan melahirkan politikus tidak baik. Pasalnya, kata dia, jika terpilih nanti orang tersebut akan fokus untuk mengembalikan modal maharnya.

Namun, jika tanpa maharĀ  pemimpin itu tidak akan ada utang biaya. Sosok terpilih itu hanya berutang komitmen dan suara kepada masyarakat sehingga tidak ada beban untuk mengembalikan modal.

“Kita ingin ketika dia terpilih hanya berutang kepada rakyat. Rakyat tidak harus dibayar dengan uang tapi hanya butuh prestasi, janji politik dibayar,” ujar Ketua Fraksi NasDem DPR RI itu.

Ali menegaskan slogan ‘Politik Tanpa Mahar’ bukanlah pencitraan Partai NasDem saja, tetapi merupakan syarat wajib bagi seluruh kader NasDem dalam berpolitik.

“Ini (berpolitik tanpa mahar) bukan hal mudah pastinya bahwa melahirkan kepercayaan masyarakat,” tutur Ali.

LegislatorĀ  NasDem itu menilai kebiasaan politik dan mahar di Indonesia harus dihapuskan. Menurutnya, Partai NasDem saat ini sedang menggeber penghapusan narasi tersebut.

“Kalau tidak hari ini kapan kita mulai ? Kalau semua ditakutkan hanya karena sulit ya kita tidak masalah, jangan berpikir hasil, tapi ke depannya,” tandasnya.

 

Tolak Eks Koruptor

Ahmad Ali juga menekankan, Partai NasDem tetap menolak menggandeng eks koruptor untuk mencalonkan diri dalam pemilihan apapun. NasDem tak perlu alasan untuk kebijakan itu.

“Bagi NasDem itu enggak usah dicalonkan dan enggak usah didiskusikan,” kata Ali.

Dia menambahkan hal tersebut merupakan syarat partai untuk menerima calon pemimpin yang ingin berlaga dengan nama NasDem. Meski undang-undang memperbolehkan eks koruptor mencalonkan diri, NasDem tetap tidak merestui.

“Itu standar yang ditetapkan partai. Memang secara hukum mereka memenuhi syarat untuk mencalonkan selama tidak dicabut hak politiknya, tapi bagi NasDem itu sudah standar,” ujar Ali.

Meski demikian Ali mengatakan pihaknya bukan membangkang undang-undang yang berlaku. Dia mengatakan peraturan itu berlaku dan sah secara hukum di Indonesia.

Dia juga mengatakan eks koruptor juga mempunyai hak untuk kembali berpolitik seusai menjalani hukumannya. Namun, dia menegaskan Partai NasDem mempunyai citra sendiri.

“Eks koruptor punya hak yang sama dalam berpolitik. Eks koruptor bukannya sesuatu yang tercela, tapi itu standar kita sehingga enggak perlu didiskusikan lagi,” tegas Ali. (Red/NasDem)

Related Articles

Bagaimana Tanggapan Anda?....

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: