Aliansi Peduli Masyarakat Kota Tarakan Gelar Aksi Damai, Serukan Keberlanjutan Program MBG

by Suiman Namrullah

TARAKAN – Ribuan relawan yang tergabung dalam Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) se-Kota Tarakan menggelar aksi damai di Gedung DPRD Kota Tarakan, Kamis (25/6/26). Mereka menyuarakan dukungan terhadap keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang saat ini telah berjalan di berbagai wilayah Kota Tarakan.

Dalam aksi tersebut, para peserta membawa berbagai spanduk dan poster berisi dukungan terhadap program MBG. Beberapa di antaranya bertuliskan “Lanjutkan MBG”, “Satu Tekad, Satu Suara Dukung MBG”, serta sejumlah pesan lain yang ditujukan kepada pemerintah melalui wakil rakyat di DPRD Kota Tarakan.

Koordinator Lapangan Aliansi Peduli Masyarakat Kota Tarakan, Setiyawan, mengatakan aksi tersebut merupakan bentuk aspirasi masyarakat yang merasakan langsung manfaat dari program MBG.

Menurutnya, manfaat program tersebut tidak hanya dirasakan oleh para pelajar sebagai penerima makanan bergizi, tetapi juga memberikan dampak ekonomi bagi berbagai kelompok masyarakat, termasuk pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), petani, nelayan, hingga tenaga kerja yang terlibat dalam operasional dapur MBG.

Para relawan menyuarakan agar MBG tetap dilanjutkan.

“Ini murni aspirasi kami agar program MBG tetap dilanjutkan. Kami melihat dampaknya cukup besar, tidak hanya bagi anak-anak sebagai penerima manfaat, tetapi juga bagi pelaku UMKM dan masyarakat yang terlibat dalam rantai pasok program ini,” ujar Setiyawan.

Ia menjelaskan, Aliansi Peduli Masyarakat Kota Tarakan terdiri dari berbagai unsur masyarakat, mulai dari mitra Badan Gizi Nasional (BGN), relawan, petani, nelayan, pedagang, pelaku UMKM, kader posyandu, hingga elemen masyarakat lainnya yang terlibat secara langsung maupun tidak langsung dalam pelaksanaan MBG.

Setiyawan menyebutkan, saat ini sekitar 22 dapur SPPG telah beroperasi di Kota Tarakan dari total sekitar 34 dapur yang direncanakan akan berjalan. Setiap dapur rata-rata melayani sekitar 3.000 penerima manfaat.

“Jika dihitung dari 22 dapur yang sudah beroperasi, jumlah penerima manfaat yang terlayani mencapai puluhan ribu orang,” katanya.

Selain memberikan manfaat sosial, program MBG juga dinilai memberikan dampak positif terhadap sektor pertanian dan perikanan lokal. Setiawan menjelaskan bahwa kebutuhan bahan pangan untuk operasional dapur MBG sebagian besar dipasok oleh petani dan pelaku usaha lokal.

Komoditas yang banyak diserap antara lain berbagai jenis sayuran seperti kacang panjang, buncis, pakcoy, selada, dan jagung. Sementara untuk buah-buahan, kebutuhan utama berasal dari semangka, melon, dan pepaya yang diproduksi petani lokal.

“Hampir seluruh hasil pertanian lokal dapat terserap, tergantung kebutuhan masing-masing dapur. Namun saat ini produksi lokal masih belum sepenuhnya mampu memenuhi permintaan sehingga sebagian pasokan masih didatangkan dari daerah lain,” jelasnya.

Ia menambahkan, tingginya kebutuhan bahan pangan untuk program MBG membuka peluang bagi petani untuk meningkatkan produksi. Menurutnya, kondisi tersebut dapat menjadi pendorong pertumbuhan sektor pertanian dan memperkuat ketahanan pangan daerah.

Melalui aksi damai tersebut, para peserta berharap aspirasi mereka dapat diteruskan kepada pemerintah pusat agar Program Makan Bergizi Gratis tetap berlanjut dan semakin diperluas manfaatnya bagi masyarakat.

Related Articles

Bagaimana Tanggapan Anda?....

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses