TARAKAN, MK – Kesejahteraan keluarga menjadi salah satu tolak ukur dan barometer dalam pembangunan. Peran Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) dalam membantu dan mendukung pemerintah desa serta kelurahan dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga jadi materi yang disampaikan Rahmawati Zainal, SH., pada Rapat Kerja dan Evaluasi Pemerintah Desa se-Kalimantan Utara tahun 2024.

Bertempat di aula lantai 6 RSUD H. Jusuf SK Tarakan, Kamis (4/7) pagi, rangkaian kegiatan diawali dengan penyerahan hadiah bagi desa berprestasi dan hibah bagi BUMDes. Penyerahan dilakukan oleh Gubernur Kaltara DR (HC) H. Zainal A Paliwang, M.Hum dan Ketua TP-PKK Kaltara Rahmawati Zainal, SH., didampingi Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kaltara, Edy Suharto.

Bunda Rahma, sapaan akrabnya mengungkapkan koordinasi antara PKK provinsi dengan PKK kecamatan ataupun desa sudah sangat luar biasa. “Setiap kegiatan yang diadakan di tingkat desa hingga kecamatan selalu berjalan dengan baik. Kader di desa jadi ujung tombak program PKK, saya apresiasi bagi seluruh kader yang ada di desa,”terangnya.

Sempat disinggung salah satu peserta pada sesi diskusi, mengenai anggaran bagi PKK, istri Gubernur ini mengungkapkan bahwa anggaran PKK seluruhnya berasal dari dana hibah. “Besar kecil hibah yang diterima baik dari APBD provinsi atau Alokasi Dana Desa (ADD) kita syukuri. Beberapa alternatif yang sudah dijalankan seperti bekerjasama dengan OPD (Organisasi Perangkat Daerah) terkait seperti Dinas Kesehatan untuk pelayanan kesehatan bagi lansia dan penanganan stunting. Bisa juga berkolaborasi dengan swasta, memanfaatkan CSR (Corporate Social Responsibility),” terang perempuan yang baru saja berulang tahun ini.

Mengapresiasi peran kader PKK di desa yang turun langsung dalam upaya peningkatan kesejahteraan keluarga, ia sangat berterima kasih dan bangga. Sebab hal ini selaras dengan upaya pemerintah mensejahterakan rakyatnya. “Kami dari PKK provinsi maupun pusat tentu memberi reward bagi kader yang berprestasi dan tidak lelah mengabdi. Bahkan ada kader yang sampai sepuluh tahun lebih mengabdikan dirinya,” terang Rahma di hadapan peserta dari seluruh kabupaten/kota dan kader PKK desa.(dkisp)