Polda Kaltara Amankan Bandar Sabu Lintas Negara

by Muhammad Aras

DIAMANKAN: Tampak tersangka JO Alias Bagong saat dihadirkan dalam pemusnahan barang bukti sabu-sabu, Senin (4/11).

TANJUNG SELOR, MK – Kepolisian Daerah (Polda) Kaltara melalui Direktorat Resnarkoba berhasil mengungkap jaringan peredaran narkoba di Tarakan. Dari pengungkapan itu, 10 orang tersangka beserta 1.855,78 gram (1,8 Kg) narkoba jenis sabu berhasil diamankan kepolisian. Ke 10 orang tersangka yang diketahui masing-masing berinisial WA, SA, HA, HE, SP, RA, JO, SR, RU dan ME itu diamankan ditempat berbeda dan waktu yang berbeda.

Dari 10 tersangka yang berhasil diamankan, salah satu tersangka yakni JO alias Bagong merupakan bandar kelas kakap dan masuk dalam jaringan internasional lintas negara.

ā€œSatu tersangka berinisial JO alias Bagong itu merupakan bandar sabu asal Tarakan. Bagong, merupakan salah satu bandar yang memang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) pihaknya,ā€ ujar Kapolda Kaltara Brigjen Pol Indrajit melalui Dir Resnarkoba Kombes Pol Adi Afandi usai acara pemusnahan sabu 1,8 Kg kepada Metro Kaltara, Senin (4/11).

Adi membeberkan JO adalah otak dari peredaran narkoba sebanyak 1, 8 Kg yang berhasil diamankan oleh pihaknya. JO sendiri diamankan pada Jumat (11/10/2019) di rumahnya, Kampung SKIP 1, Kota Tarakan. Kepada polisi, JO mengaku mendapatkan barang haram tersebut dari Tawau (Malaysia).

ā€œBagong ini sudah termasuk kategori jaringan internasional. Dia sudah beberapa kali mengirimkan sabu dalam jumlah kiloan. Dia juga mengaku, jika selama ini mendapatkan barang (sabu-sabu) dari Tawau (Malaysia),ā€ bebernya.

Lebih lanjut Adi menjelaskan, selain menjadi DPO pihaknya, Bagong juga merupakan DPO Polisi Malaysia yang saat ini juga terus dicari. Setelah mengamankan Bagong, lanjut Adi, pihaknya mengirimkan foto ke pihak Polisi Malaysia.

ā€œSetelah kita kirimkan fotonya, mereka bilang iya. Itu juga DPO mereka. Sekarang kita koordinasi lagi, untuk mencari DPO (I) kamiĀ  yang merupakan kurir pembawa sabu ini dari Tawau,ā€ pungkasnya.

ā€œPara tersangka kita jerat dengan Pasal 114 Ayat ayat 2 Subs Pasal 112 Ayat 2 Junto Pasal 132 Ayat 1 UU RI Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika. Ancaman pidana paling singkat 5 tahun, dan paling lama 20 tahun atau hukuman mati,ā€ tegasnya. (as)

Related Articles

Bagaimana Tanggapan Anda?....

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: