Rapat Evaluasi dan Koordinasi Tim Gugas Percepatan Penanganan Covid 19

by Redaksi Kaltara
  • Dari Laporan Medis, Jaring Pengaman Sosial Hingga Persiapan New Normal

NUNUKAN – Dalam rangka mempertajam dan mengkonsolidasikan kinerjanya, Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid – 19 Kabupaten Nunukan mengadakan rapat evaluasi dan koordinasi pada Kamis (28/05/2020) di ruang VIP Lt. IV Kantor Bupati Nunukan.

Rapat ini dipimpin langsung oleh Bupati Nunukan HJ. Asmin Laura Hafid selaku ketua tim yang didampingi juga oleh Dandim 0911 Nunukan Letkol Czi Eko Pur Indriyanto.SE.M.I.Pol.,M.Tr.Han selaku ketua I, Kapolres Nunukan AKBP Syaiful Anwar, S.IK selaku ketua II, Ketua DPRD Nunukan Hj. Rahma Leppa, beserta segenap undangan yang tergabung dalam tim gugus tugas.

Dalam kegiatan tersebut pimpinan dan peserta rapat mendengarkan paparan kerja dari beberapa OPD sebagai anggota tim gugus dalam pelaksanaan program kerja dalam rangka penanganan Covid – 19 berikut dengan dampaknya.

Paparan pertama disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kab. Nunukan dr. Meistar Tololiu. Dalam paparannya tersebut dr. Tololiu menyampaikan pokok pokok hasil kerja yang telah dilakukan diantaranya adalah Grafik ODP (Orang Dalam Pengawasan), Grafik PDP (Pasien Dalam Pengawasan), Grafik OTG (Orang Tanpa Gejala), dan Grafik terkonfirmasi positif.

Selain itu, dr. Tololiu juga memaparkan Kegiatan surveilans aktif (Pankesia) yang telah dicanangkan beberapa waktu. Dalam paparannya tersebut disampaikan bahwa hampir seluruh puskesmas telah mulai menjalankan program Pankesia, dan hingga saat ini dari program Pankesia telah dilakukan Rapid Test terhadap 4 orang dan menunggu hasil swab.

Lebih lanjut dr. Tololiu juga memaparkan kegiatan Karantina, dan juga melaporkan kegiatan pemenuhan sarana prasarana serta bantuan logistik esensial dari pihak luar.

Laporan Kadinkes diakhiri dengan kegiatan pengambilan spesimen, perawatan pasien, pemulasaraan jenazah, kegiatan promosi kesehatan, serta masalah dan kendala eksternal maupun internal yang dialami oleh tim kesehatan.

Setelah mendengar paparan kerja dari bidang kesehatan, Bupati selanjutnya meminta paparan kerja dari Dinas Sosial.

pada paparannya, Kepala Dinas Sosial Ir. Jabbar,M.Si memaparkan tentang program kegiatan Jaring Pengaman Sosial yang dibiayai melalui APBD dan APBN.

Dalam paparannya skema bantuan sembako BPNT (Bantuan Pangan Non Tunai) sebesar 7 milyar lebih, dan bantuan program Keluarga Harapan sebesar 4 milyar.

Menurut Ir. Jabbar, sumber data untuk bantuan tersebut berasal dari DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial) sebanyak 17837 KK, dan ada 40 ribu yang di luar DTKS yang kemungkinan juga terdampak. Data DTKS tersebut kemudian terbagi mendapatkan sembako dan PKH.

Untuk program Kabupaten Nunukan (APBD) berupa voucher yang mencapai 4 ribu KK, sebanyak 3097 sudah dibayarkan, sisanya masih menunggu laporan klaim dari E-Warong.

Selanjutnya untuk masyarakat terdampak yang masih belum mendapatkan, saat ini telah dipersiapkan bantuan bahan pokok berupa beras dari Bulog yang telah ada sebanyak 100 ton.

” Saat ini yang sudah dikemas sudah ada 5 ribu karung (karung 10 Kg)”, tutur Jabbar. Sementara itu untuk BST tahap 6 melalui Rekening Bank dan kantor pos akan segera diluncurkan.

Setelah Kepala Dinas Sosial, giliran Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kab. Nunukan H. Jumianto,S.Sos memaparkan tentang realisasi dana desa untuk penanganan Covid – 19.

Menurut Jumianto, dari 232 Desa sebanyak 101 desa telah mengalokasikan dana desanya untuk penanganan Covid – 19 yang diwujudkan dalam bentuk BLT Dana Desa.

Terhadap paparan teknis tersebut, Bupati Nunukan Hj. Asmin Laura Hafid menilai kinerja yang dilakukan sudah bagus. Namun lebih dari itu Bupati Laura memberi catatan dan berharap agar segenap OPD teknis tetap berhati hati dengan pengalokasian dana yang digunakan dalam percepatan penanganan Covid – 19.

Selain evaluasi kerja, pada kesempatan ini juga dibahas tentang langkah koordinasi lebih lanjut, diantaranya adalah terkait agenda pemerintah menuju Kehidupan Normal Baru (New Normal Life) yang disampaikan oleh Dandim 0911 Nunukan Letkol Eko Pur Indriyanto dan Kapolres Nunukan AKBP Syaiful anwar, S.IK.

Dalam paparannya tersebut Dandim 0911 Nunukan ataupun Kapolres Nunukan menyampaikan perlunya dilakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang tatanan hidup normal baru (New Normal) ini. Selain sosialisasi, juga perlu dibuat tuntunan / guide bagi masyarakat untuk mematuhi ketentuan dan protokol kesehatan.

Sementara itu Danlanal Nunukan Letkol P. Anton Pratomo,M.Tr.Han menyampaikan masukan perlu dipertimbangkannya dilakukan Rapid Test di pusat pusat ekonomi seperti pasar dan tempat keramaian lainnya.

Saran kehati hatian dalam pengelolaan APBD untuk penanganan Covid – 19 juga disampaikan oleh Kajari Nunukan Fitri Zulfahmi,S.H.,MH. (Humas).

Related Articles

Bagaimana Tanggapan Anda?....

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: