TARAKAN – Peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) menjadi salah satu perhatian dalam pengembangan industri perhotelan dan pariwisata di Kalimantan Utara.
Hal tersebut mengemuka dalam audiensi Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Indonesian Hotel General Manager Association (IHGMA) Kalimantan Utara bersama Komisi IV DPRD Kalimantan Utara di Hotel Padmaloka, Kamis (6/8/26).
Dalam audiensi tersebut, IHGMA Kaltara menyampaikan sejumlah aspirasi, salah satunya terkait kebutuhan pelatihan dan sertifikasi bagi general manager maupun jajaran manajemen perhotelan. Upaya tersebut dinilai penting untuk meningkatkan kompetensi serta profesionalitas tenaga kerja di sektor perhotelan.
IHGMA juga mendorong adanya dukungan regulasi yang dapat memperkuat pengembangan industri pariwisata di Kalimantan Utara.
Anggota Komisi IV DPRD Kalimantan Utara, Supa’ad Hadianto, mengatakan pihaknya akan menindaklanjuti aspirasi tersebut, khususnya terkait peningkatan kapasitas SDM melalui pelatihan dan sertifikasi.
“Komisi IV tentu mendukung peningkatan kapasitas SDM melalui pelatihan dan sertifikasi. Ini penting agar kualitas pelayanan perhotelan di Kalimantan Utara semakin baik dan mampu bersaing,” ujar Supa’ad.
Menurutnya, perkembangan SDM lokal dalam industri perhotelan di Kaltara juga menunjukkan perubahan positif. Jika sebelumnya sejumlah tenaga ahli masih banyak didatangkan dari luar daerah, saat ini tenaga kerja lokal dinilai semakin mendominasi.
“Kalau dibandingkan tiga sampai empat tahun lalu, sekarang SDM lokal sudah sangat mendominasi. Ini perkembangan yang baik dan harus terus ditingkatkan kualitasnya,” katanya.
Supa’ad mengatakan, hasil audiensi tersebut selanjutnya akan dibahas lebih lanjut dengan melibatkan IHGMA dan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait dalam agenda reses mendatang.
Menurut dia, pelibatan berbagai pihak diperlukan agar pembahasan mengenai kebutuhan industri perhotelan dan pariwisata dapat dilakukan berdasarkan kondisi serta kebutuhan di lapangan.
“Kami akan menghadirkan IHGMA bersama dinas terkait agar diskusi lebih akurat dan aktual, sehingga kebijakan yang diambil benar-benar sesuai kebutuhan di lapangan,” jelasnya.
Selain peningkatan kompetensi SDM, Supa’ad juga menilai promosi potensi pariwisata perlu dilakukan secara kolaboratif. Pelaku usaha perhotelan, pemerintah daerah, hingga Duta Pariwisata di tingkat kabupaten, kota, dan provinsi dinilai dapat mengambil peran dalam memperkenalkan potensi wisata Kaltara.
Ia berharap kolaborasi tersebut dapat mendorong pengembangan sektor pariwisata sekaligus memberikan dampak terhadap perekonomian daerah

