TANA TIDUNG, Metrokaltara.com – Masjid Ataqwa dipenuhi jamaah pada Selasa malam (13/1/2026) dalam pelaksanaan Tabligh Akbar memperingati Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW sekaligus Haul ke-21 KH Muhammad Zaini bin Abdul Ghani Al Banjari (Guru Sekumpul). Lantunan shalawat menggema, menghadirkan suasana khidmat dan penuh keberkahan di tengah masyarakat Kabupaten Tana Tidung.
Kegiatan keagamaan tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Tana Tidung Ibrahim Ali, didampingi istri Vamelia Ibrahim yang juga menjabat Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Utara sekaligus Ketua TP PKK Kabupaten Tana Tidung. Turut hadir Anggota DPRD Kabupaten Tana Tidung, Sekretaris Daerah H. Hersonsyah, para Asisten, Kepala OPD, tokoh agama, tokoh masyarakat, ASN, serta ratusan jamaah dari berbagai kecamatan.
Sebelum tabligh akbar dimulai, Bupati Tana Tidung Ibrahim Ali menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas kehadiran Al Habib Ahmad bin Abu Bakar Assegaf di Tana Tidung. Menurutnya, kehadiran penceramah tersebut merupakan keberkahan tersendiri bagi daerah.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Al Habib Ahmad bin Abu Bakar Assegaf yang telah berkenan hadir dan berbagi ilmu. Semoga tausiyah yang disampaikan dapat menjadi pedoman bagi kita semua dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Bupati.
Dalam tausiyahnya, Al Habib Ahmad bin Abu Bakar Assegaf menekankan makna mendalam peristiwa Isra Mi’raj sebagai perintah langsung Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW, khususnya kewajiban shalat lima waktu sebagai fondasi utama kehidupan seorang muslim.
“Isra Mi’raj mengajarkan kepada kita bahwa shalat adalah tiang agama. Jika shalat kita dijaga dengan baik, maka Allah akan menjaga kehidupan kita, keluarga kita, dan masyarakat kita,” tutur Al Habib di hadapan jamaah.
Al Habib juga mengajak jamaah untuk meneladani akhlak Rasulullah SAW serta memperkuat kecintaan kepada para ulama, sebagaimana keteladanan yang diwariskan oleh KH Muhammad Zaini bin Abdul Ghani Al Banjari (Guru Sekumpul).
“Guru Sekumpul mengajarkan kita keikhlasan, kesederhanaan, dan persatuan. Haul bukan hanya mengenang, tetapi menghidupkan kembali nilai-nilai kebaikan yang beliau wariskan agar terus diamalkan,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Al Habib menegaskan pentingnya menjaga ukhuwah Islamiyah, menghindari perpecahan, serta memperkuat persaudaraan di tengah keberagaman masyarakat.
Tabligh Akbar ini menjadi momentum spiritual bagi masyarakat Tana Tidung untuk meningkatkan keimanan, memperbaiki akhlak, serta mempererat kebersamaan, sejalan dengan semangat pembangunan daerah yang berlandaskan nilai-nilai religius dan persatuan. (rko)




