6.667 Kartu Keluarga Terima Bansos Pemkot Tarakan

by Supriyadi Rodrigers

TARAKAN, MK -Pemerintahan Kota Tarakan mulai mendistribusikan Bantuan Sosial (Bansos) bagi warga Tarakan yang terdampak Covid-19 dengan melibatkan TNI-Polri melalui Babinsa dan Babinkamtibnas serta puluhan Pengemudi Ojek Online yang akan mengantarkan bantuan Bansos dari Pemkot Tarakan. Kamis, (30/04/2020).

Adapun bantuan yang diterima Masyarakat Kota Tarakan secara keseluruhan sebanyak 17.228 Kepala Keluarga (KK) dengan rincian sebagai berikut:

  • Bantuan Tunai dari Pemerintah Pusat kepada 6.727 KK sebesar Rp 600.000 per KK selama 3  Perbulan.
  • Bantuan perluasan Sembako dari Pemerintah Pusat kepada 2.084 Kepala Keluarga senilai Rp 200.000 selama 9 bulan (pembelian sembako melalui e-Warong).
  • Bantuan Tunai dari Provinsi Kaltara kepada 1.750 KK sebesar Rp. 200.000 Selama 3 bulan.
  • Bantuan Sembako dari Pemkot Tarakan kepada 6.667 KK senilai Rp 200.000 selama 3 bulan.

Walikota Tarakan, dr. H. Khairul, M.Kes menyampaikan, masing-masing warga yang menerima bantuan hanya menerima satu jenis bantuan, sesuai dengan kriteria yang ditentukan.

Dalam artian, tumpang tindih juga diminimalisirkan karena semua data penerima bantuan, baik dari Pusat, Provinsi, dan Pemkot telah dilakukan verifikasi melalui Nomor Induk Kependudukan masing-masing Kepala Keluarga.

“Data yang diperoleh juga berasal dari berbagai asosiasi, kelompok masyarakat, dan masing-masing RT,” ujarnya

Dia juga menjelaskan, verifikasi faktual tidak dilakukan. Sebab akan memakan waktu yang cukup lama, sementara kebutuhan masyarakat terhadap bantuan sembako ini sangat mendesak.

“Pemerintah Kota Tarakan juga akan melakukan evaluasi, dan nanti para kurir akan mengambil foto dan mengambil tanda tangan, yang semuanya menjadi bahan evaluasi,” jelasnya

Selain itu, bantuan selama 3 bulan kepada 6.667 Kartu Keluarga (KK) dengan nilai Rp. 200 ribu dari Pemerintahan Kota Tarakan akan terus bertambah dengan waiting list yang harus di verifikasi.

“Data bantuan akan terus masuk, karena masih ada waiting list dan harus di verifikasi jangan sampai double dapat bantuannya” tegasnya

“Terus kita data bantuan yang di dapatkan masyarakat, jangan sampai bantuan yang diterima double. Selain itu juga nantinya akan ada laporan, berupa dokumentasi foto penerima. Jika ternyata yang menerima bantuan tersebut orang mampu. Praktis di bulan berikutnya tentu tak akan lagi mendapat bantuan.” Tutupnya (*SR25)

Related Articles

Bagaimana Tanggapan Anda?....

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: