Tarakan, MK – Pemadaman listrik yang terjadi di Kota Tarakan kian menuai banyak perhatian tak terkecuali anggota DPR RI Komisi VII Wilayah Provinsi Kalimmantan Timur/ Kalimantan Utara dr, Ari Yusnita.
Wanita yang akrab disapa dr. Ari siang tadi sekira pukul 15.00 Wita melakukan pertemuan dengan PLN Tarakan dan PT. Idech guna meminta penjelasan terkait pemdaman listrik hingga 9 jam yang sangat meresahkan masyarakat.
“Saya kesini untuk meminta klarifikasi masalah listrik yang mengakibatkan pemadaman bergilir 9 sampai 10 jam. Kemudian sudah dapat klarifikasi dari PLN bahwa memang gas kita kurang karena dari PT. Idech mesinnya bermasalah” ujanya kepada Metro Kalltara, Senin (22/05)
Ia menuturkan akibat kerusakan boiler pada mesin milik PT. Idech, suplay energy yang biasanya mencapai 7 MW turun menjadi 1,2 MW. Selain itu, suplay gas dari Pertamina Bunyu juga berkurang sehingga peadaman listrik tak terelakkan.
“Yang pasti PLN terus komunikasi dengan Idech diupayakan supaya tidak mati lampu, karena kalau mati lampu berjam-jam pada bulan ramadhan setengah mati juga kita. sehingga saya berharap pemadaman tidak terjadi dengan adanya penambahan mesin diesel 4 MW” tuturnya
Lebih lanjut ia megungkapkan telah menyampaikan ke PLN terkait rencana PT. Idech untuk menyuplay gas dari PLTU di Simanggaris “Ada juga kita sampaikan seperti itu tapi masih jadi perencanaan juga” ungkpanya (ars)

