Dua Konglomerat Diperiksa Terkait Jiwasraya

by Muhammad Reza

Jakarta – Direktur Utama PT Hanson International Tbk (MYRX) Benny Tjokrosaputro dipanggil Kejaksaan Agung (Kejagung). Dia salah satu dari dua saksi yang diperiksa dalam pengusutan kasus gagal bayar PT Asuransi Jiwasraya.

“Dan Heru Hidayat (pemegang saham dan komisaris utama PT Trada Alam Minera Tbk),” kata Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Kejagung Hari Setiyono Hidayat saat dikonfirmasi, Selasa, 31 Desember 2019.

Menurut dia, dua konglomerat ini diperiksa dalam kapasitasnya sebagai saksi. Diduga, dua orang ini bagian dari daftar 10 orang yang telah dicegah bepergian ke luar negeri oleh Korps Adhyaksa.

Sebanyak 10 orang yang telah dicegah kejaksaan itu berinisial HR, DYA, HP, MZ, DW, GL, ER, HH, BT, dan AS. Namun, nama lengkap maupun jabatan mereka belum disebut.

Kejaksaan telah memeriksa mantan Direktur Utama Jiwasraya Asmawi Syam pada Jumat, 27 Desember 2019. Kepala Pusat Bancassurance PT Asuransi Jiwasraya Eldin Rizal Nasution kemudian diperiksa pada Senin, 30 Desember 2019.

Kasus Jiwasraya bermula dari laporan masyarakat dan Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta yang mengendus dugaan tindak pidana korupsi sejak 2014 sampai dengan 2018. Jiwasraya melalui Unit Kerja Pusat Bancassurance dan Aliansi Strategis menjual produk JS Saving Plan dengan tawaran persentase bunga tinggi berkisar antara 6,5 persen dan 10 persen sehingga memperoleh pendapatan total dari premi Rp53,27 triliun.

Hingga Agustus 2019, Jiwasraya menanggung potensi kerugian negara Rp13,7 triliun. Jiwasraya membutuhkan dana Rp32,89 triliun agar bisa mencapai rasio risk based capital (RBC) minimal 120 persen. Secara umum, RBC ialah pengukuran tingkat kesehatan finansial suatu perusahaan asuransi dengan ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) minimal batas RBC sebesar 120 persen.

Terdapat empat alternatif penyelamatan Jiwasraya. Hal ini mulai dari strategic partner yang menghasilkan dana Rp5 triliun, inisiatif holding asuransi Rp7 triliun, menggunakan skema finansial reasuransi sebesar Rp1 triliun dan sumber dana lain dari pemegang saham sebesar Rp19,89 triliun. Total dana yang dihimpun dari penyelamatan tersebut sebesar Rp32,89 triliun.

Saat ini, ada delapan perusahaan yang tertarik menyuntikkan dana untuk pemulihan Jiwasraya. Nantinya, satu perusahaan dengan penawaran terbaik akan dipilih untuk menjadi pemegang saham di Jiwasraya Putra sebagai anak usaha dari Jiwasraya.

Jiwasraya Putra telah membuat perjanjian kerja sama distribusi, salah satunya melalui kerja sama kanal pemasaran bancassurance. Kerja sama tersebut akan menggandeng perusahaan badan usaha milik negara (BUMN) seperti PT Bank Tabungan Negara Tbk, PT Pegadaian, PT Telekomunikasi Seluler, dan PT Kereta Api Indonesia. (Medcom)

Related Articles

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.