Gubernur Ajak Semua Pihak Peduli Lingkungan

by Muhammad Aras

Infografik

TANJUNG SELOR, MK – Bertempat di Gedung Bandiklat Kabupaten Bulungan, Kamis (06/02), Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Dr H Irianto Lambrie membuka Rapat Koordinasi (Rakor), serta sosialisasi perlindungan dan pengelolaan lahan gambut bagi perusahaan peserta proper di Kaltara. Dalam kesempatan itu, Gubernur mengajak seluruh masyarakat untuk peduli dan menjaga lingkungan.

Berbicara lahan gambut, kata Irianto, ada hal penting yang perlu dipahami. Utamanya terkait dengan kerusakan ekosistem. Disebutkan, tidak semua wilayah memiliki lahan gambut. Dan di Kalimantan, termasuk di Kaltara termasuk wilayah yang memilikinya.

“Lahan gambut berperan penting terhadap keseimbangan alam. Salah satunya berpengaruh terhadap ketersediaan karbon. Dari situ saya mengajak kepada kita semua, untuk menjaga lahan gambut. Kita akui, kondisi lahan gambut sudah banyak yang rusak, akibat terjadinya kebakaran lahan dan hutan. Yang masih ada mari kita jaga, kita lestarikan, dan kelola dengan baik,” ungkap Irianto.

Dalam menjaga lingkungan, menurut Gubernur, hal terpenting yang dibutuhkan adalah komitmen. Dengan adanya komitmen yang kuat untuk menjaga lingkungan, diyakini kelestarian lingkungan akan terus terjaga. “Mari kita jaga bumi ini, atau paling tidak, jaga lingkungan sekitar kita. Ingat, kerusakan ekosistem berdampak pada kerusakan alam, yang akan menyebabkan terjadinya bencana!” tegasnya.

Lebih jauh Irianto mengungkapkan, makhluk hidup yang ada di bumi ini, diciptakan oleh Allah, Tuhan Yang Maha Esa memiliki hubungan saling ketergantungan antara satu dan lain. Manusia, hewan dan tumbuh-tumbuhan misalnya. Ketiganya saling tergantung untuk hidup.

“Makhluk hidup yang pertama diciptakan di dunia adalah tumbuh-tumbuhan, kemudian binatang dan ketiga manusia. Kenapa tumbuh-tumbuhan lebih dahulu, kenapa tidak manusia? Karena kalau manusia terlebih dahulu diciptakan, tidak akan hidup. Ini membuktikan bahwa manusia sayang tergantung kepada tumbuh-tumbuhan untuk bisa hidup,” urai Gubernur memberikan gambaran terkait kehidupan.

Dari ilustrasi sejarah yang dibeberkan Gubernur, disimpulkan bahwa menjadi hal yang sangat penting bagi manusia untuk menjaga kelestarian lingkungan. Artinya, jika lingkungan rusak, tumbuh-tumbuhan mati, binatang tidak ada, manusia pun tidak bisa hidup.

“Termasuk menjaga dan melindungan lahan gambut dari kerusakan. Ini sangat penting. Salah satunya dengan mengelola menjadi lahan yang produktif, tapi tetap terjaga kelestariannya. Soal teknis nanti dari nara sumber dalam Rakor yang akan menjelaskan,” imbuhnya.

Dalam kesempatan Rakor yang diikuti oleh sejumlah perwakilan perusahaan itu, Gubernur juga meminta peran perusahaan dalam turut serta menjaga kelestarian lingkungan. “Berkaitan dengan pelestarian lingkungan, saya ada memprogramkan gerakan pembersihan Sungai Buaya di Tanjung Selor. Selain seluruh jajaran di Pemprov Kaltara, saya juga minta peran serta perusahaan untuk ikut ambil bagian turut peduli,” kata Gubernur.

Selain membuka Rakor, pada saat bersamaan Gubernur menyerahkan sertifikat proper dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) RI kepada perusahaan-perusahaan di Kalimantan Utara. Ada 8 perusahaan di Kaltara yang meraih proper. Dua perusahaan proper hijau (tertinggi), lima proper biru dan satu merah.

“Ada 5 perusahaan dengan meraih proper biru yang saya serahkan sertifikatnya tadi. Untuk yang mendapatkan proper hijau atau yang tertinggi sudah diserahkan terlebih dahulu oleh Wakil Presiden. Atas nama pemerintah provinsi saya ucapkan selamat kepada perusahaan yang meraih penghargaan ini. Terutama yang sudah mendapatkan proper hijau. Tetap pertahankan terus. Kemudian yang masih biru, tingkatkan agar bisa meriah hijau. Begitu pun yang masih merah,” imbuhnya. Untuk diketahui, penghargaan proper diberikan oleh Kementerian LHK kepada perusahaan yang berkomitmen terhadap lingkungan. (humas)

Related Articles

Bagaimana Tanggapan Anda?....

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: