Pilih Irianto Lambrie-Irwan Sabri atau Irianto Lambrie-Ahmad Usman

by Muhammad Reza

Pemuda Punya Khans Dihati Petahana

Ilustrasi

DIKALA tokoh tua percaya diri (Pede) saling bertemu bergandengan tangan menuju Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltara 2020, justru Sang Petahana DR. H. Irianto Lambrie masih terlihat nyaman bermesraan dengan kelompok pemuda. Sebut saja, dr. Jusuf SK yang sudah digadang-gadang berpasangan dengan Wakapolda Kaltara Kombes Pol Zainal Paliwang.

Belum lagi silaturahmi Bupati Kabupaten Tanah Tidung DR. Undunsyah bersama mantan Bupati Kabupaten Nunukan dua periode H. Hafidz yang menunjukkan keseriusan berpasangan. Ditambah deretan nama mantan Bupati Kabupaten Bulungan Anang Dachlan Jauhari, mantan Bupati Kabupaten Malinau yang juga anggota DPD RI terpilih Marthin Billa kian menegaskan nuansa kontestasi Pilkada Kaltara 2020 masih didominasi figur tua.

Apakah langkah Sang Petahana keliru? Ataukah merupakan strategi jitu? Dikala pemuda memiliki prestasi mulai mendapatkan kepercayaan masyarakat dalam panggung politik (mengacu hasil Pileg 2019). Bisa saja karena kejenuhan masyarakat Kaltara melihat figur tua masih bertikai dalam politik? Pastinya petahana tak ingin salah langkah dan ingin menuntaskan berbagai programnya terlebih dahulu dengan tagline “Kaltara Terdepan”.

Beberapa pekan ini, sejumlah diskusi politik ramai membincangkan dua figur muda yang dinilai layak menjadi Calon Wakil Gubernur Kaltara. Dua nama tersebut meraih suara gemilang pada Pileg 2019. Keduanya yakni Anggota DPRD Kabupaten Nunukan (Partai Demokrat) H. Irwan Sabri peraih suara terbanyak di Dapil I Kecamatan Nunukan dan Nunukan Selatan dengan total 4.829 suara. Kemudian, Anggota DPRD Provinsi Kaltara (Partai Kebangkitan Bangsa) Ahmad Usman Dapil I Kota Tarakan meraih 7.287 suara.

 

MENAKAR KEMUNGKINAN IRWAN SABRI

Politis muda dari lambang Mercy ini sudah menjadi buah bibir sejak dua tahun terakhir. Keberhasilannya dalam kontestasi Pileg selama dua periode dan klan keluarga yang kuat membuat berbagai spekulasi tokoh masyarakat khususnya di Kabupaten Nunukan. Banyak argumentasi bila anak pengusaha H. Sabri ini berpeluang besar bila maju sebagai Calon Bupati Nunukan 2020.

Namun bukan H. Irwan Sabri namanya jika sensasi tak menghampirinya. Belum lama ini, publik Medsos dikejutkan dengan pamfletnya yang beredar. Wajar publik terkerjut karena pamflet itu memasangkan sang petahana DR. H. Irianto Lambrie dengan H. Irwan Sabri sebagai Bakal Calon Gubernur dan Bakal Calon Wakil Gubernur Provinsi Kaltara. Apalagi foto keduanya tampak serasi menggunakan jas berwarna hitam dan kopiah menunjukkan konsolidasi telah berada di puncak. Meski, terdengar kabar pula Ketua DPD Partai Demokrat Kaltara DR. Yansen TP berkeinginan maju, namun langkahnya masih dianggap pelan (wait and see).

Jika benar? Maka langkah petahana mewujudkan dua periode dapat berjalan mulus. Sebab kekuatan Partai Demokrat di Kabupaten Nunukan cukup kuat. Apalagi isu keretakan Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Nunukan H. Dani Iskandar dengan H. Irwan Sabri sebelum Pileg 2019 kini terbantahkan. Keduanya dalam langkah harmonis dan sering tampil bersama di hadapan publik. Jelas, hal itu menunjukkan kepiawaian tokoh pemuda ini dalam menghormati berbagai tokoh senior di internal maupun eksternal partai. Kemudian, Daftar Pemilih Tetap (DPT) Kabupaten Nunukan (mengacu Pileg 2019) menjadi daerah kedua terbanyak di Kaltara dengan 144.787 orang memberikan keuntungan tersendiri bila petahana menggandeng pemuda perbatasan berdarah bugis. Ditambah, demografi masyarakat Kabupaten Nunukan yang berkelompok dalam sikap politik kian menguntungkan H. Irwan Sabri.

Personal Kedekatan dan Jejaring Partai :

  1. H. Irianto Lambrie (Partai Nasdem, PKS, PDI Perjuangan & Golkar)
  2. Irwan Sabri (Partai Demokrat & PBB)

 

MELIHAT MOMENTUM AHMAD USMAN

Bagi penulis, peluang politik dapat dikategorikan dua hal yakni mendapatkan momentum atau menciptakan momentum. Hari ini, nama politisi muda Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Ahmad Usman berada dalam lingkaran bonus (mendapatkan) momentum. Sebagai peraih suara individu tertinggi di DPRD Provinsi Kaltara membuat namanya sering disebut-sebut dapat bertarung sebagai calon kepala daerah maupun wakil kepala daerah. Apalagi, partai yang didirikan oleh almarhum Gusdur ini menjadi pemenang pada Pileg 2019 di Kota Tarakan membuat Ahmad Usman  mempunyai nilai jual tersendiri. Bahkan, anggota DPRD Tarakan (asal PKB) memiliki irisan keluarga besarnya. Sebut saja Ketua DPRD Tarakan Al Ghazali (ponakan) dan Maslan Abdul Latif (ipar).

Namun, yang bersangkutan belum membranding dirinya baik dalam materi pamflet maupun gerakan Medsos. Ditambah lagi, Bupati Kabupaten Tana Tidung DR. Undunsyah yang disebut-sebut membesarkan Partai PKB di Kaltara dan pernah menjadi pengurus DPP PKB juga berkeinginan maju.

Meski Kota Tarakan merupakan daerah yang paling besar DPT-nya berdasarkan Pileg 2019 yakni 154.706 pemilih. Tetapi, demografi politik Kota Tarakan masuk kategori pertarungan bebas. Siapapun figur dari Bumi Paguntaka ketika memiliki mesin politik yang kredibel serta logistik memadai maka bisa mendominasi suara. Artinya ketokohan masih menjadi nomor dua dalam kanca perpolitikan Kota Tarakan. Hal itu terbukti dengan berhasilnya pasangan independent Calon Walikota dan Wakil Walikota Tarakan Umi Suhartini-Mahrudin Mado yang finish sebagai runner up Pilkada Tarakan. Kemudian dominasi wajah baru dan berusia muda di kursi DPRD Kota Tarakan saat ini kian mengamini pemikiran penulis. (part I)

Personal Kedekatan dan Jejaring Partai :

  1. H. Irianto Lambrie (Partai Nasdem, PKS, PDI Perjuangan & Golkar)
  2. Ahmad Usman (PKB)

 

Penulis: Bambang Nurcahyo*

*Pemerhati Politik Kaum Milenial Tarakan

Related Articles

Bagaimana Tanggapan Anda?....

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: